Berita Kabupaten Banjar

Siswi MAN 2 Banjar Raih Nilai Tertinggi UNBK se-Kalsel Intan Sari Harapkan Beasiswa

Siswi XII MIPA MAN 2 Banjar, Intan Sari, tampak terperangah tidak percaya dengan hasil UNBK yang diraihnya.

Siswi MAN 2 Banjar Raih Nilai Tertinggi UNBK se-Kalsel Intan Sari Harapkan Beasiswa

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Siswi XII MIPA MAN 2 Banjar, Intan Sari, tampak terperangah tidak percaya dengan hasil UNBK yang diraihnya. Dia memandang nilai UNBK yang diraihnya dengan mimik takjub.

"Allah Akbar. Rasa tidak nyangka nilai saya tertinggi se-Kalsel. Soalnya, banyak saja sekolahan elit di Kalsel yang siswanya pandai-pandai. Rasa tidak percaya nilai saya di atas mereka," ujarnya saat ditemui di sekolahnya.

Warga Desa Pingaran Ilir, Kecamatan Astambul, Kabupaten Banjar, ini benar-benar membuat kepala sekolah dan guru-guru di sekolahnya bangga. Hasil UNBK MA se-Kalsel, dia meraih nilai tertinggi dengan total nilai 345. Nilai Matematika dan Kimia-nya 92,5. Sedangkan Bahasa Indonesia 82 dan Bahasa Inggris 78.

Intan Sari pun mengaku sudah mendaftar melanjutkan kuliah di UIN Antasari melalui jalur penelusuran bakat dan minat. Di perguruan tinggi itu, memilih Jurusan Matematika sesuai dengan matapelajaran yang digemarinya. Dia bercita-cita kelak untuk menjadi seorang guru.

Baca: Boy William Ungkap Isi Chatting Mike Lewis dengan Lucinta Luna, “Bisa Minta Nomor Teleponmu”

Hanya, hatinya sedikit galau. Pendidikannya kini sangat tergantung bila ada bantuan beasiswa.
Ayahnya hanya bekerja serabutan. Terkadang mencari ikan, terkadang bertani.

"Ayah mendukung saya melanjutkan kuliah. Cuma, kalau tidak dapat beasiswa, cukup berat. Ayah tidak mampu membiayai. Kalau ada beasiswa, bisa langsung melanjutkan," katanya tampak sedikit sedih.

Kepala MAN 2 Banjar, Ahadul Ihsan Kamad, mengaku sangat bangga dengan prestasi yang diraih siswinya itu. Ini merupakan yang pertama kalinya sekolah mereka yang berada di pinggiran berhasil meraih nilai terbaik UNBK MA se-Kalsel.

"Intan anaknya memang cerdas. Sejak kelas X, menjadi juara kelas. Selain cerdas, anaknya giat belajar dan ulet. Saat UNBK pun, tidak keluar kelas sebelum waktunya habis," ungkap dia.

Baca: Roxy Sedih Kalsel Kalah Voting Tuan Rumah PON 2024:

Menurut Ahadul, Intan bukan siswa dari keluarga mampu. Setiap hari, ke sekolah mengayuh sepeda dari desanya sejauh lima kilometer.

Di sekolah, Intan juga termasuk penerima beasiswa Bantuan Siswa Miskin (BSM) yang diterimanya sejak kelas XI. "Kami upayakan agar Intan bisa mendapatkan bantuan beasiswa agar dia bisa tetap melanjutkan pendidikan ke jenjang perkuliahan. Dia sudah diterima di UIN Antasari. Sayang kalau tidak diteruskan karena anaknya cerdas," pungkasnya. (wid/lis/ful)  

Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help