Berita Banjarmasin

Tak Ada Anggaran dari Kemenag, Siswa MA Peraih Nilai UN Terbaik Tak Dapat Beasiswa

Peraih nilai UNBK tertinggi, tidak mendapat hadiah berupa beasiswa seperti yang diterima lulusan SMA dan SMK.

Tak Ada Anggaran dari Kemenag, Siswa MA Peraih Nilai UN Terbaik Tak Dapat Beasiswa
Gubernur Sahbirin menyerahkan beasiswa untuk siswa peraih UN Tertinggi se Kalsel 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Kemenag Kalsel, Noor Fahmi, menerima penghargaan dari Gubernur Kalsel Shabirin Noor atas UNBK 100 persen yang dilakukan MA dan Mts di Kalsel.

Namun, berbeda halnya dengan lulusan Madrasah Aliyah (MA) yang berada di bawah naungan Kemenag. Peraih nilai UNBK tertinggi, tidak mendapat hadiah berupa beasiswa seperti yang diterima lulusan SMA dan SMK.

"Tidak ada penghargaan beasiswa karena dari Kementerian Agama juga tidak dianggarkan," ujarnya.

Kemudian ditambahkan, pihaknya sempat mendapatkan tawaran dari Gubernur Sahbirin agar mengajukan proposal tentang lulusan Madrasah Aliyah dengan nilai tertinggi bisa mendapatkan beasiswa dari Pemprov Kalsel.

"Kami sudah memohon kepada Gubernur agar lulusan MA juga bisa mendapatkan beasiswa. Tapi dari SKPD yang membidangi, tidak menganggarkan," ujarnya.

Baca: Hasil Liga Champions - Setelah Real Madrid, Liverpool Juga Lolos dari 2 Hukuman Penalti

Meski begitu, lanjutnya, lulusan MTs terbaik akan diprioritaskan masuk ke MA favorit. Bagi lulusan MA, juga bisa diprioritaskan mendapatkan beasiswa untuk kuliah di perguruan tinggi favorit, di antaranya ITS, UGM dan perguruan tinggi keagamaan.

Diketahui, lulusan MA dengan nilai tertinggi diraih Intan Sari dari MAN 2 Kabupaten Banjar dengan total 345. Disusul Iqlima Chairunnisa dari MAN 1 HST dengan total nilai 342 dan Zahratannujhah dari MAN 2 HSU dengan nilai 340.

Sementara itu, Kadisdik Kalsel, Yusuf Effendi, mengatakan, untuk mendapatkan beasiswa lulusan MA, bisa saja diajukan proposal jika memerlukan dukungan Pemprov Kalsel. Namun proposal ditujukan ke Gubernur.

Baca: Penyesalan Terlambat Dewi Sanca karena Hamil 5 Bulan di Luar Nikah, Kemana Ayah Biologis Calon Bayi?

Terpisah, Sekertaris Komisi IV DPRD Kalsel, Lutfie Syaefuddin, menyoroti adanya perbedaan dalam segi bonus untuk sekolah Madrasah dibandingkan SMA dan SMK.

“Lho ini apa. Mestinya, pemprov arif. Jangan ada perbedaan. Ini contoh tidak baik. Kalau tidak diberi, ya sama setara, tidak diberi. Kalau diberi, diberi saja rata," tandasnya. (rii/lis)

Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved