Berita Kalteng

Bebaskan Sandera di Papua Dengan Kontak Senjata, Begini Cerita Personel Brimob Polda Kalteng

Polda Kalteng mengirim sebanyak 101 orang personil yang kebanyakan merupakan rekrutmen baru personil polda setempat.

Bebaskan Sandera di Papua Dengan Kontak Senjata, Begini Cerita Personel Brimob Polda Kalteng
tribunkalteng.com/faturahman
Personil Brimob Polda Kalteng usai bertugas di Papua. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PALANGKARAYA - Polda Kalteng mengirim sebanyak 101 orang personil yang kebanyakan merupakan rekrutmen baru personil polda setempat yang merupakan warga asli berasal dari Kalimantan Tengah.

Salah satunya adalah, Muhammad Zaini (21), yang diwawancarai Tribun Kalteng.com, Jumat (4/5/2018) di Mapolda Kalteng dalam penyambutan 101 personil Brimob usai bertugas di Papua.

Pria lulusan Madrasah Aliayah Negeri (MAN) Model Palangkaraya, merupakan satu dari 101 orang personil Polda Kalteng yang ikut dalam pembebasan sandera di Desa Banti, Timika, Papua selama enam bulan bertugas di lokasi rawan penyandera tersebut.

Putra dari Badaruddin, warga yang tinggal di Jalan Mutiara Kelurahan Bukittunggal, Kecamatan Jekanraya, Palangkaraya ini, mengaku bangga dengan putranya yang sudah sukses dalam menjalankan tugas membebaskan penyanderaan tersebut.

Baca: Hebat, 101 Personil Brimob Polda Kalteng Sukses Bertugas Bebaskan Sandera di Papua

Menurut M Zaini, selama bertugas enam bulan di Timika Papua, banyak sekali pengalaman yang didapat dan hampir setiap hari ketika berupaya membebaskan sandera selalu disertai dengan kontak senjata dan bersembunyi didalam hutan.

"Soal bersembunyi didalam hutan itu memang strategi dalam pembebasan sandera, memang kajeladian kontak senjata bisa terjadi kapan saja, itu biasanya dadakan yang jelas kami harus siap siaga untuk melakukan operasi pembebasan," ujar pria yang sejak kecil ingin jadi polisi ini.

Baca: Mitos si Galuh, Gadis Alam Gaib Penabur Intan dan Sejumlah Pantangan di Pendulangan Intan

Zaini yang punya dua saudara ini mengatakan, harus siap-siaga dalam menjalankan tugas , kapanpun ketika ada perintah dari pimpinan."Saya ikuti saja aturan yang diberlakukan sehingga sampai hari ini kami pulang ke Palangkaraya,"ujarnya.

Sementara itu, Badaruddin, orang tua Zaini, mengungkapkan, dia hanya pasrah ketika melepas anaknya bertugas di Timika Papua."Memang ada rasa was-was, tetapi karena saya dapat kabar dari anak dia baik-baik saja saya doakan saja dia selamat hingga pulang ke Palangkaraya,"ujarnya. (www.banjarmasinpost.co.id/faturahman)

Penulis: Fathurahman
Editor: Elpianur Achmad
Sumber: Tribun Kalteng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help