Kriminalitas Tanahlaut

Terungkap! 4 Bocah Ini Ternyata Menyetubuhi Korban Tidak Satu Tempat, Tapi Banyak Tempat

Jaksa Penuntut Umum pada Kejaksaan Negeri Tanahlaut, Reza Oktavian menuntut tiga anak pelaku persetubuhan

Terungkap! 4 Bocah Ini Ternyata Menyetubuhi Korban Tidak Satu Tempat, Tapi Banyak Tempat
mukhtar wahid
JPU Kejaksaan Negeri Tanahlaut, Reza Oktavian 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI - Sidang kasus persetubuhan pelajar di Pengadilan Negeri Pelaihari memasuki acara tuntutan Jaksa Penuntut Umum pada Kejaksaan Negeri Tanahlaut.

Jaksa Penuntut Umum pada Kejaksaan Negeri Tanahlaut, Reza Oktavian menuntut tiga anak pelaku persetubuhan atas nama IWN, ISN dan RAN dengan pidana penjara 3,5 tahun.

Ketiganya dianggap jaksa penuntut umum terbukti menyetubuhi korban dalam kondisi mabuk akibat minuman oplosan alkohol dengan minuman suplemen bersama para pelaku.

Khusus anak pelaku ZAN dipidana penjara dua setengah tahun karena terbukti mencabuli korban dengan meraba payudara korban dan memegangi kedua tangan korban.

Jaksa penuntut umum menuntut keempat anak sebagai pelaku diwa

Baca: Status Tersangka Habib Rizieq Gugur, Penyidikan Kasus Penistaan Pancasila Dihentikan Sejak Februari

jibkan melaksanakan pelatihan kerja selama satu bulan di Lembaga Pemasyarakatan Khusus Anak di Martapura.

"Bentuk pelatihan kerja para anak satu hingga anak keempat ditentukan pihak Lapas setempat," kata Riza Oktavian yang juga Kasidatun pada Kejaksaan Negeri Tanahlaut ini.

Informasi dihimpun Banjarmasinpost.co.id, terungkap jika lokasi persetubuhan tidak hanya satu tempat. Tapi di bawah jembatan, kemudian berulang di pondok kebun sawit dan di lapangan sepak bola, Desa Batumulya, Kecamatan Panyipatan.

Upaya mediasi dilakukan orangtua para anak terhadap orangtua korban. Meski tidak tercapai perdamaian, para orangtua anak memberikan uang tunai kepada kerabat korban sebagai bentuk tali asih.

Sementara itu, penasihat hukum anak sebagai pelaku, Sunarti membenarkan sudah menyampaikan fakta sebelum sidang dakwaan dalam nota pembelaan kepada hakim.

Kemudian sesuai dengan fakta persidangan dan keterangan saksi korban serta para anak yang berhadapan dengan hukum serta hasil visum, bahwa korban sudah tidak perawan.

Dalam pembelaan itu, Sunarti memohon keringanan putusan hakim dengan pertimbangan para anak sebagai pelaku berstatus pelajar dan para anak masih berkeinginan melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi.

Alasan meringan lainnya, sebut Sunarti para anak sebagai pelaku adalah tumpuan harapan orangtua mereka dan para anak sudah menyesali dan berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya.

Awal pekan ini, Senin (7/5/2018) dijadwalkan pembacaan putusan terhadap keempat anak yang berhadapan dengan hukum oleh hakim Leo Mampe Hasugian. ( (Banjarmasinpost.co.id/Mukhtar Wahid)

Penulis: Mukhtar Wahid
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved