Home »

Kolom

» Fikrah

FIKRAH

Ulama, MUI dan Fatwa

Provinsi Kalimantan Selatan akan menjadi tuan rumah Ijtima Ulama Komisi Fatwa se-Indonesia ke-6 bertempat di PP Al-Falah Banjarbaru.

Ulama, MUI dan Fatwa
dok BPost
KH Husin Naparin

Oleh: KH HUSIN NAPARIN
Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia Provinsi Kalsel

BANJARMASINPOST.CO.ID - ULAMA (bhs Arab) berasal dari kata alim, artinya orang yang tahu, jamaknya ulama. Dalam bahasa Indonesia, kata ini digunakan sebagai mufrad; jamaknya para ulama. Istilah-istilah lain untuk menunjukkan ulama: Kiai, digunakan oleh masyarakat di pulau Jawa, biasanya memiliki pesantren dan mempunyai istri lebih dari satu, tapi tidak mesti.

Datu, Syekh, Qadhi dan Mufti digunakan oleh masyarakat Melayu dan Banjar; Mu’allim digunakan masyarakat Hulu Sungai; Ustadz (bhs Arab); dan Guru (bhs Sansekerta) dengan tambahan Tuan sehingga panggilannya menjadi Tuan Guru, digunakan oleh masyarakat Banjar dan NTB.

Ulama mewarisi Nabi SAW mempunyai beberapa tugas, yaitu pertama; Tabligh (menyampaikan) sesuai surah Al-Maidah ayat 67. Kedua; Tabyin (menjelaskan) sesuai surah An-Nahl ayat 44. Ketiga;. Tahkim (memutuskan perkara) sesuai surahAl-Baqarah ayat 13. Keempat; Uswah (panutan) sesuai surah Al-Ahzab ayat 21.

Untuk menghimpun para ulama, maka dibentuklah satu badan yaitu Majelis Ulama Indonesia disingkat MUI, didirikan pada 17 Rajab 1375 H, bertepatan 26 Juli 1975 M, berasaskan Islam, bersifat keagamaan, kemasyarakatan, dan independen.

MUI Pusat berkedudukan di Ibukota Negara RI, Jakarta; MUI Provinsi berkedudukan di Ibukota Provinsi; MUI Kabupaten/Kota berkedudukan di Ibukota Kabupaten/Kota; dan MUI kecamatan berkedudukan di Ibukota Kecamatan.

Hubungan organisasi antara MUI Pusat dengan MUI Provinsi, MUI Kabupaten Kota, dan MUI Kecamatan bersifat koordinatif, aspiratif dan struktural administratif; sedangkan hubungan dengan organisasi/kelembagaaan Islam bersifat konsultatif, koordinatif dan kemitraan. Dalam kepengurusan MUI terhimpun kemponen umat Islam Indonesia; ia sebagai sebuah wadah yang mempersentasikan umat Islam Indonesia.

Pengurus MUI merupakan pimpinan umat Islam, bahkan terakomodir tokoh-tokoh lain yang berasal dari umat Islam, seperti perguruan tinggi Islam dan pesantren serta institusi keislaman lainnya.

Indonesia sebuah republik, mayoritas penduduknya beragama Islam, tetapi bukan negara Islam, karenanya hal-hal terkait urusan agama Islam banyak dilakukan oleh masyarakat, salah satunya pemberian fatwa keagamaan.
Di Indonesia, ada lebih kurang 60 organisasi kemasyarakatan Islam, separuhnya mempunyai lembaga fatwa, di antaranya ada sekitar 10 ormas Islam lembaga fatwanya tergolong aktif. Fatwa bagi umat Islam tidak saja harus dipahami, tetapi merupakan pedoman dalam melaksanakan ajaran Islam; karenanya fatwa harus dikeluarkan oleh pihak yang mempunyai kompotensi untuk mengeluarkan fatwa. Disinilah fungsi utama MUI.

Fatwa MUI dapat dikelompokkan tiga kategori: Pertama; Fatwa tentang kehalalan produk makanan, minuman dan kosmetika; dilakukan oleh Komisi Fatwa MUI bekerja sama dengan LP POM MUI.

LP POM MUI melakukan penelitian dan pemeriksaan terhadap Ingredient produk, sedang Komisi Fatwa menetapkan halal dan tidaknya produk. Kedua; Fatwa tentang perekonomian Islam, dilakukan oleh Dewan Syariah Nasional MUI (DSN-MUI), beranggotakan para ahli hukum Islam, praktisi ekonomi terutama sektor keuangan, baik bank maupun non bank. Ketiga; Fatwa tentang masalah sosial keagamaan, sosial kemasyarakan, kesehatan, dan sebagainya yang dilakukan oleh komisi fatwa.

Provinsi Kalimantan Selatan akan menjadi tuan rumah Ijtima Ulama Komisi Fatwa se-Indonesia ke-6 yang ditempatkan di PP Al-Falah Banjarbaru dari 7 Mei hingga 10 Mei 2018, dan akan dihadiri oleh lebih dari 700 orang ulama dari seluruh Indonesia.

Acara akan dibuka Presiden RI, H Joko Widodo, dan akan memberikan sambutan Gubernur Kalsel, H Sahbirin Noor, dan Ketua Umum MUI Pusat, KH Ma’ruf Amin. Materi yang akan dibahas adalah Masa’il Asasiyah Wathaniyah, Masa’il Fiqhiyah Mu’ashirah dan Masa’il Qanuniyyah.

Panitia Daerah tidak saja Pengurus MUI Prov Kalsel, tetapi melibatkan seluruh komponen di Pemprov Kalsel, diketuai oleh Prof HA Hafiz Anshary dan Sekretaris HM Fadhly Mansoer, keduanya Wakil Ketua Umum dan Sekretaris Umum MUI Kalsel.

Kepada seluruh masyarakat Kalsel, mohon doa restu, semoga Ijtima Ulama ini sukses dalam rida Allah SWT, mendapat kemudahan dari-Nya, membawa manfaat bagi umat dan bangsa serta bernilai ibadah di sisi-Nya, amin. (*)

Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help