Berita Kotabaru

Di RTH Samping Masjid Agung Husnul Khatimah Sering Ditemukan Sampah Miras Oplosan

Itu menyusul tidak jarang disalah gunakannya RTH, tempat bersantai publik yang kerap dijadikan lokasi berpesta minuman keras

Di RTH Samping Masjid Agung Husnul Khatimah Sering Ditemukan Sampah Miras Oplosan
helriansyah
Suasana taman kota saat malam hari berjejer rombong pedagang menjual makan dan minuman ringan. Sempat ditertibkan, namun kini kembali menjamur. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, KOTABARU - Ruang terbuka hijau (RTH) atau taman kota berada persis di samping masjid Agung Husnul Khatimah kerap menjadi perbincangan pengunjung. Terlebih mereka ingin bersantai di pagi sembari menikmati segernya udara taman.

Itu menyusul tidak jarang disalah gunakannya RTH, tempat bersantai publik yang kerap dijadikan lokasi berpesta minuman keras (miras) oplosan oleh oknum warga.

Pasalnya, hampir setiap pagi terlebih khususnya hari libur akhir pekan (Sabtu dan Minggu), selalu ditemukan banyaknya bekas bungkus/saset minuman suplemen dan plastik lebel dan botol alkohol berserakan di atas rumput taman.

"Sering lihat bila setiap pagi selalu ada bekas alkohol dan bungkus minuman suplemen," kata salah seorang warga enggan namanya disebutkan kepada banjarmasinpost.co.id, Sabtu (5/5/2018).

Menurut dia, sangat menyayangkan bila taman kota kerap dijadikan tempat pesta miras. Sebab tidak cuma menghilangkan kesan eksoktika, tapi mengundang kecemasan dan ketidak nyamanan pengunjung lain yang ingin bersantai.

"Harus ada sikap diambil instansi berwenang. Jadi pengunjung yang Ingin santai bisa tenang dan aman," harapnya.

Kepala Dinas Ciptakarya dan Tata Ruang Kotabaru H Akhmad Rivai, dikonfirmasi melalui telepon genggamnya tidak menepis taman kota kerap dijadikan tempat pesta miras oplosan.

Namun menurut Rivai, instansi hanya sebatas mengadalan fasiliras tersebut. Bukan kewenangan instansinya terkait penyalah gunaan lokasinya.

"Masalah itu menjadi kewenangan Satpop PP mengamankan aset daerah," ujar Rivai.

Ruang publik seperti taman kota, sebagai fasilitas umum, tambah Rivai seyogyanya digunakan untuk bersantai masyarakat dan keluarga.

Agar tidak disalah gunakan, seperti dijadikan tempat berpesta miras oplosan. Diharapkan Satpol PP serta dan kepolisian bisa melakukan patroli pada malam hari.

"Satpol PP kan punya petugas transtib atau keamanan dan ketertuban. Tapi saya akan tetap berkoordinasi," tandasnya.

(BANJARMASINPOST.co.id/helriansyah)

Penulis: Herliansyah
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved