Pupuk China Masuk Banjarmasin

Terkait Pupuk dari China, Kadis Pertanian Kalsel: Bukan Kewenangan Saya!

"Info yang kami dapatkan sementara bukan jenis pupuk yang biasa digunakan petani"

Terkait Pupuk dari China, Kadis Pertanian Kalsel: Bukan Kewenangan Saya!
banjarmasinpost.co.id/abdul ghanie
Polisi terus memeriksa pupuk yang diangkur Kapal Kargo Toyo Maru atau diduga pengangkut pupuk non SNI berasal dari China, sampai Jumat (4/5/2018) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Terkait diamankannya ribuan ton pupuk asal China di Pelabuhan Trisakti Banjarmasin, Jumat (4/5//2018), Kepala Dinas Pertanian Provinsi Kalsel, Faturahman menyatakan bahwa pihaknya sudah meminta komisi pupuk dan pestisida untuk mengecek.

"Info yang kami dapatkan sementara bukan jenis pupuk yang biasa digunakan petani. Jadi tidak mempengaruhi stok pupuk di Kalsel," kata Faturahman kepada Banjarmasinpost.co.id, Sabtu (5/4/2018).

Menurut dia, bukan kewenangan pihaknya jika ada kabar untuk sawit. "Kalau perkebunan kan beda lagi, bukan kewenangan saya," kata Faturahman.

Baca: Beredar, Foto Mirip Anies Baswedan Tidur di Kabin Pesawat Penerbangan First Class

Pihaknya memastikan bahwa pupuk harus tersedia saat petani memerlukan. "Kalau ada kekurangan kita bisa realokasi, bisa antar kabupaten antar provinsi, atau bisa ambil jatah bulan-bulan sesudahnya ditarik dahulu," tandas Faturahman.

Baca: BREAKING NEWS : Matraman Geger Perkelahian 3 Lawan 2 Orang, 2 Pria Tewas Bersimbah Darah

Sebelumnya kapal cargo atau Mother Vessel (MV) Toyo Maru yang bersandar di Pelabuhan Trisakti Banjarmasin mendadak jadi sorotan kamera jurnalis Banjarmasin. Pasalnya, kapal tersebut sempat di cek dan digeledah oleh petugas gabungan TNI Polri dan Pelabuhan.

Baca: BREAKING NEWS - Kebakaran Gegerkan Komplek Asrama TNI AD Palangkaraya, Dua Korban Tewas

Hingga dilakukan pengecekan, kapal yang dibuat di Jepang tersebut ternyata mengangkut sekitar 6500 ton pupuk. Pupuk tersebut diduga non Standar Nasional Indonesia (SNI) yang dipasok dari Tiongkok.

Dari pengamatan di lapangan, karungan putih tersebut sebagain besar tanpa merek. Tapi sebagian lagi ada yang label berlogo China didalamnya ada pupuk warna cokelat ada sebagian hitam putih.

Demi alasan keamanan, petugas gabungan kemudian memindahkan ke tempat yang lebih aman yakni di gudang Pelabuhan Trisakti Banjarmasin.

Saat ini status pupuk tersebut masih diamankan sementara. Polisi masih mendalami apakah ada dugaan penyelewengan pupuk.

"Sementara statusnya kami amankan di gudang penyimpanan Pelabuhan Trisakti Banjarmasin, sambil menunggu proses dari Bea dan Cukai," kata Kapolsek KPL, Kompol Susilowati.

Adapun Kasatreskrim Polresta Banjarmasin Kompol Ade Paparihi mengatakan, polisi masih berkoordinasi dengan pihak Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Banjarmasin. "Sejauh ini kami masih amankan sementara, kami akan koordinasi dengan Bea Cukai dan petugas pelabuhan untuk memastikan ada tidaknya dugaan pelanggaran," jelas Kompol Ade Paparihi.

Disebutkan Ade Paparihi, pupuk-pupuk tersebut informasinya adalah untuk bahan perkebunan kelapa sawit. "Infonya untuk sawit. Tapi kita akan cek dulu. Kami juga utamakan koordinasi dengan petugas Bea dan Cukai," kata Ade Paparihi.

Kasus pupuk diduga illegal dari China ini ternyata mendapat perhatian khusus dari pejabat daerah ini, seperti terlihat sore tadi, Danrem Kol Inf Yudhianto Putrajaya juga ada di pelabuhan. (banjarmasinpost.co.id/huda)

Penulis: Nurholis Huda
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help