Ini Hukum dan Manfaat Tradisi Saling Bermaafan Menjelang Puasa Ramadan

Menjelang puasa Ramadhan, biasanya identik dengan bermaaf-maafan baik kepada keluarga, tetangga atau teman.

Ini Hukum dan Manfaat Tradisi Saling Bermaafan Menjelang Puasa Ramadan
net
Bersalaman 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Menjelang puasa Ramadhan, biasanya identik dengan bermaaf-maafan baik kepada keluarga, tetangga atau teman.

Tradisi ini telah berlangsung lama di umat Islam Indonesia.

Walau meminta maaf bisa kapan pun, namun jika dilakukan menjelang Ramadhan, bagaimanakah hukumnya?

Menurut Ustad Adi Hidayat, meminta maaf bisa kapan saja, tak harus menjelang atau sesudah Ramadhan.

Katanya, ketika meminta maaf haruslah disegerakan, apalagi jika kita memiliki kesalahan.

Baca: Dua Minggu Setelah Syahnaz - Jeje Govinda Menikah, Pasti Kaget Siapa yang Paling Rajin!

Dalilnya ada pada Alquran surah Ali Imran ayat 133 dan 134.

Di awal ayat 133 tersebut, ada kata saari’u yang berarti bergegas atau bersegeralah.

“Pengertian kata ini berbeda dengan kata fas’au pada Surah Aljumuah tentang perintah bersegeralah melaksanakan salat Jumat. Kata fas’au berarti bersegeralah namun harus disertai persiapan dulu sebelumnya. Artinya, sebelum berangkat salat Jumat, kita bersiap-siap dulu, seperti mandi dulu, memakai baju yang bagus baru berangkat untuk salat Jumat,” jelasnya.

Sedangkan kata saari’u juga berarti bersegeralah namun tanpa persiapan apa pun.

Halaman
12
Penulis: Yayu Fathilal
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help