Ekonomi dan Bisnis

Pelaku UKM Ini Harapkan Pemerintah Tidak Naikan Harga Kedelai, Ini Dampaknya

Munculnya ide dari Neny Yuniarti untuk memproduksi sambal goreng kering tempe kacang

Pelaku UKM Ini Harapkan Pemerintah Tidak Naikan Harga Kedelai, Ini Dampaknya
hasby
Neny Yuniarti 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Berawal dari ramainya pesanan catering atau nasi kotak, terutama menu nasi uduk, nasi kuning yang mana didalamnya ada sambal goreng kering tempe kacang. Seiring berjalannya waktu, ternyata mulai banyak pesanan sambal goreng kering tempe kacang khusus.

Munculnya ide dari Neny Yuniarti untuk memproduksi sambal goreng kering tempe kacang dalam bentuk kemasan. Darisitulah kemudian memproduksk sambal goreng kering tempe kacang terus berlanjut.

Kendala yang masih dihadapinya hingga saat ini adalah keterbatasan SDM dan pemasaran yang masih belum banyak mengetahui produknya tersebut. Dirinya pun gencar melakukan promosi-promosi, dari mulut ke mulut dan memaksimalkan media online.

Dirinya kemudian menamai usahanya Dapoer Neny, beralamat di Jalan Kenanga 1 No 22 RT 01 Kebun Bunga Banjarmasin. Kini selain menerima katering, nasi kotak dan snack box, tetap konsisten memproduksi sambal goreng kering tempe kacang.

Produksi dalam setiap minggunya tergantung pesanan, jika dirata-ratakan antara 50 bungkus sampai 100 bungkus. Harga mulai Rp 10 ribu sampai Rp 15 ribu per bungkus.

“Produknya kering, tahan sampai lebih dari satu bulan. Tempe yang dipakai berkualitas dan dikirim langsung dari tempat produksinya di Banjarbaru,” katanya.

Dirinya bersyukur selama memproduksi sambal goreng kering tempe kacang tidak pernah mengalami kesulitan bahan baku. Neny pun berharap jangan sampai ketersediaan tempe menipis dan pemerintah tidak menaikam harga pokok kedelainya. (Banjarmasinpost.co.id/Hasby)

Penulis: Hasby
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help