Kriminalitas Tanahlaut

4 Pelaku Pencabulan Pelajar di Batumulya Panyipatan Divonis 1 Tahun 8 Bulan, Jaksa Pikir-pikir

Pelaku anak pelajar kasus persetubuhan bergilir atas adik kelasnya di Desa Batumulya , Kecamatan Panyipatan, Kabupaten Tanahlaut

4 Pelaku Pencabulan Pelajar di Batumulya Panyipatan Divonis 1 Tahun 8 Bulan, Jaksa Pikir-pikir
banjarmasinpost.co.id/mukhtar wahid
Humas Pengadilan Negeri Pelaihari, Boedi Haryantho 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI - Pelaku anak pelajar kasus persetubuhan bergilir atas adik kelasnya di Desa Batumulya , Kecamatan Panyipatan, Kabupaten Tanahlaut memasuki agenda pembacaan putusan.

Informasi dihimpun reporter Banjarmasinpost.co.id, putusan Batajelis hakim Pengadilan Khusus Anak itu dibacakan hakim Leo Mampe Hasugian, Senin (7/5/2018).

Humas Pengadilan Negeri Pelaihari, Boedi Haryantho dikonfirmasi reporter Banjarmasinpost.co.id, membenarkan bahwa vonis terhadap anak sebagai pelaku sudah dibacakan.

Menurut pria yang menjabat Wakil Ketua Pengadilan Negeri Pelaihari itu, masing-masing anak sebagai pelaku persetubuhan dipidana penjara selama satu tahun delapan bulan.

Baca: PTUN Tolak Gugatan HTI, Massa HTI Langsung Sujud Syukur

Tidak hanya itu, keempat anak sebagai pelaku juga diwajibkan menjalani pelatihan kerja selama satu bulan di Rumah Tahanan (Rutan) Kelas II Pelaihari.

"Putusan itu belum inkrah, masih ada tujuh hari dan jaksa penuntut umum masih pikir-pikir," kata Boedi Haryantho.

Humas Kejaksaan Negeri Tanahlaut, Stirman Eka Priya Samudera dikonfirmasi reporter Banjarmasinpost.co.id, membenarkan bahwa jaksa penuntut umum atau JPU pada Kejaksaan Negeri Tanahlaut memilih pikir-pikir.

Sebaliknya, penasihat hukum terdakwa, Hj Sunarti dikonfirmasi mengaku menerima denggan putusan hakim. Raut wajah Sunarti tampak semringah dengan putusan tersebut.

"Saya langsung menerima putusan itu, karena klein saya tidak dipidana dan menjalani pelatihan kerja di Rutan Pelaihari. Tuntutan kemarin itu di Lembaga Pemasyarakatan Khusus Anak di Martapura," katanya.

Halaman
12
Penulis: Mukhtar Wahid
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help