Berita Hulu Sungai Tengah

Pemuda Ini Mengabdikan Hidupnya Sendirian Membina 300 Santri di Pegunungan Meratus, Begini Kisahnya

USIANYA baru 21 tahun. Kasim, remaja asal Pandawan, Kabupaten Hulu Sungai Tengah, ini berbeda dengan remaja pada umumnya.

Pemuda Ini Mengabdikan Hidupnya Sendirian Membina 300 Santri di Pegunungan Meratus, Begini Kisahnya
BPost Cetak

BANJARMASINPOST.CO.ID, BARABAI - USIANYA baru 21 tahun. Kasim, remaja asal Pandawan, Kabupaten Hulu Sungai Tengah, ini berbeda dengan remaja pada umumnya.

Dia merelakan hidupnya mengabdi di lokasi terpencil, Desa Tilahan, Kecamatan Hantakan, HST.

Di usianya yang masih muda, Kasim mengabdikan diri sebagai pengajar Alquran sekaligus berdakwah.

Di usia 19 tahun. dia “nekat” mendirikan pesantren kecil yang diberi nama Pondok Alquran Arraudah.

Kasim fokus mendidik anak-anak muslim yang tinggal di pegunungan Meratus mengenal Alquran.

Dari baca tulis, hingga menghapalkannnya.

Baca: Hadiri Pernikahan Raditya Dika, Baju Kondangan Cinta Laura Bikin Tamu Lainnya Salah Fokus!

Kasim yang lulusan Ponpes Ibnul Amin, Pamangkih dan Tahfizul Quran dari Pesantren di Antasari Barabai, itu rela menghabiskan waktu sehari-hari dengan mengajar.

Dia juga berdakwah, serta menjadi imam salat lima waktu di pondok Alquran yang didirikannya bersama warga desa.

Semua itu dia lakukan tanpa pamrih.

Halaman
1234
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help