Berita Hulu Sungai Tengah

Pemuda Ini Mengabdikan Hidupnya Sendirian Membina 300 Santri di Pegunungan Meratus, Begini Kisahnya

USIANYA baru 21 tahun. Kasim, remaja asal Pandawan, Kabupaten Hulu Sungai Tengah, ini berbeda dengan remaja pada umumnya.

Pemuda Ini Mengabdikan Hidupnya Sendirian Membina 300 Santri di Pegunungan Meratus, Begini Kisahnya
BPost Cetak

Pondok Alquran, jelas Kasim dibangun dengan modal semangat untuk berdakwah karena melihat antusias masyarakat dan siswa itu sendiri.
Siswanya rata-rata juga bersekolah di sekolah umum, yaitu SD dan SMP.

Mereka rutin mengikuti jam belajar Alquran yaitu siang sampai sore.
Sedangkan malam hari giliran warga dewasa yang belajar.

Mereka berusia 30-70 tahun.

Pondok itu dibangun secara gotong royong oleh masyarakat Desa Tilahan, dari dana yang dihimpun dari masyarakat.

“Saat itu terkumpul sumbangan Rp 25 juta. Lahannya hibah dari masyarakat juga. Secara bertahap,” kata Kasim yang dibantu Muslih, warga Tilahan yang juga orangtua santri berupaya melengkapi fasilitas buat belajar.

Mulai membuat meja dari kayu, untuk meletakkan Alquran, membuat sendiri meja belajar, membeli karpet dan sound system serta mikropon.

Sedangkan, untuk tenaga pengajar, Kasim berupaya mengajak temannya sesama alumni di pesantren.

Sayangnya hanya bertahan sebentar, mereka tak bisa menetap di pondok karena untuk bolak balik Barabai-Desa Tilahan memerlukan biaya bahan bakar.

“Akhirnya, saya sendiri saja yang mengajar, sekaligus mengelola pondok ini,” kata Kasim.

Dia mengaku cukup kerepotan mengajar sendiri.

Sebab doa tidak hanya mengajari Alquran, tapi juga juga memimpin salat lima waktu, dan salat sunat lainnya.

Ditambah mengajar 50 warga dewasa yang belajar Alquran sampai larut malam.

Akhirnya, selain tak bisa pergi ke mana-mana, Kasim juga kurang tidur.

“Tapi alhamdulillah saya diberi kesehatan, dan semangat tak pernah padam. Tekad saya, setelah lulus sebagai tahfiz, ingin mengabdikan diri di bidang dakwah. Mengajar anak-anak Alquran selagi saya diberi kemampuan membagi ilmu dan fisik yang kuat,” ujar Kasim.

Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved