Pengembang Ini Sebut Bangun dan Mendesain Rumah Tidak Bisa Sembarangan

dalam membangun rumah subsidi baik berbahan kayu atau beton haruslah mengacu pada aturan pemerintah, tidak bisa sembarang

Pengembang Ini Sebut Bangun dan Mendesain Rumah Tidak Bisa Sembarangan
Banjarmasin Post Group
Salah satu kompleks rumah bersubsidi di kawasan Manarap, Kertakhanyar, Kabupaten Banjar. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Ketua Pengembang Indonesia Kalsel, HM Nur Suriadi mengatakan pihaknya menargetkan pada 2018 ini membangun 2.000 unit rumah subsidi tipe 36 di Kalsel. Saat ini paling banyak berlokasi di Kabupaten Banjar, Kabupaten Barito Kuala dan Tabalong serta sebagian di Banjarmasin.

Ditegaskannya, dalam membangun rumah subsidi baik berbahan kayu atau beton haruslah mengacu pada aturan pemerintah, tidak bisa sembarang bangun dan desain.

Seperti perumahannya, PT Surya Megah Mandiri yang berlokasi di Jalan A Yani Km 12.900 Jalan Setia Bersama. Konsep desain rumah sesuai tren terkini yakni minimalis. “Kalau untuk di lokasi A Yani Km 12.900 ada seribu unit dan yang sudah terjual ada 500 unit. Kalau untuk desain memang biasa saja, konsep minimalis,” ujarnya.

Direktur PT Bumi Datar Laga, Mukhtar Lutfi mengatakan pihaknya 95 persen membangun rumah subsidi. Namun soal desain rumah pihaknya tidak terlalu berani mengubah, karena khawatir tidak disetujui perbankan.

“Namanya rumah subsidi, kami tentulah mengacu aturan yang ada. Konsumen juga jarang me-request bentuknya, beda kalau sudah ada persetujuan dari perbankan,” kata pria yang juga menjabat Ketua Apersi Kalsel ini. .
Lokasi perumahannya di Tanah Bumbu yakni di Jalan Transmigrasi ada 1.200 unit di Jalan Kuranji ada 290 unit dan di Sungai Danau ada 280 unit. Harga jual rumah subsidi Rp 135 jutaan.

Baca beritanya di BFocus Economic Banjarmasin Post edisi, Selasa (7/5/2018). (*)

Editor: Anjar Wulandari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help