Kriminalitas Tanahlaut

Anak Terlibat Kasus Pencurian, Sunarti : Modusnya Sebelum Curi Hanphone Tawarkan Beras.

Kasus anak terlibat tindak pidana tak hanya kasus kekerasan seksual. Ternyata ada juga kasus anak terlibat pencurian.

Anak Terlibat Kasus Pencurian, Sunarti : Modusnya Sebelum Curi Hanphone Tawarkan Beras.
Banjarmasinpost.co.id /Mukhtar Wahid
Hj Sunarti 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI - Kasus anak terlibat tindak pidana tak hanya kasus kekerasan seksual. Ternyata ada juga kasus anak terlibat pencurian.

RHM (14) warga Desa Ketapang, Kecamatan Bajuin, Kabupaten Tanahlaut terlibat kasus pencurian handphone.

Saat ini bocah itu dalam pengawasan panti sosial anak di Kota Banjarbaru dan kasusnya akan segera menerima tuntutan jaksa penuntut umum pada Kejaksaan Negeri Tanahlaut.

Penasihat hukum anak terlibat kasus pencurian, Hj Sunarti dikonfirmasi Banjarmasinpost.co.id, membenarkan anak terlibat tindak pidana pencurian tergolong keluarga tak mampu.

Baca: Hore! 1 NIK Boleh Daftar Nomor Kartu Seluler Berkali-kali, Kemeninfo Hapus Batasan 3 Nomor

Baca: Dandi Membaik, Barito Putera Dapat Tambahan Mesiu Jelang Lawan PSIS Semarang

Bocah itu juga, sebut Sunarti tidak tamat sekolah dasar dan diduga tidak mendapatkan perhatian orangtua akibat himpitan ekonomi orangtua

Polisi dan Jaksa tidak melakukan penahan badan sehingga bocah itu ditempatkan di Panti Sosial Anak di Kota Banjarbaru hingga putusan hakim berkekuatan hukum tetap.

Masih keterangan Sunarti, bocah tersebut ditangkap polisi pada 15 November 2017 lalu, karena kedapatan menjual handphone hasil curian.

Modus bocah itu mencuri menawarkan beras yang dibawanya kepada para korban. Jika rumah korban yang ditawarkan sepi, bocah masuk melompat pagar.

Korbannya yang melaporkan kehilangan handphone di Jalan Kolonel Soepirman Desa Atuatu, Kecamatan Pelaihari, pada 15 November 2017.

Baca: Jelang F1 GP Spanyol 2018, Alami Insiden di Azelbaijan, Valtteri Bottas Kecewa dan Traumanya

Peristiwa di Desa Atuatu itu, korban terlelap di dalam rumah. Handphone yang sedang diisi baterainya diambil bocah, sekitar pukul 13.30 Wita,

Kemudian, dan warga Komplek Permata Jingga, Kelurahan Karangtaruna, Kecamatan Pelaihari, pada 7 Oktober 2017, sekitar pukul 10.00 Wita.

"Dakwaan jaksa terhadap anak yang terlibat pidana pasal 363 KUHP. Besok itu agendanya pembacaan tuntutan jaksa dalam sidang tertutup," katanya. (banjarmasinpost.co.id/mukhtar wahid)

Penulis: Mukhtar Wahid
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help