Kasus Pelecehan Seksual Remaja

Cegah Kejahatan Seksual, Dinas Pengendalian Penduduk Tala Bentuk PIK Remaja, Fungsinya untuk Ini

Luffiati Uyun, Kadinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Tanah Laut .

Cegah Kejahatan Seksual, Dinas Pengendalian Penduduk Tala Bentuk PIK Remaja, Fungsinya untuk Ini
BPost Cetak
bpost

BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI - Luffiati Uyun, Kadinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Tanah Laut, tak menafikan remaja yang kian rentan terhadap budaya baru yang tidak lagi mengindahkan etika moral.

Meski begitu, sebut dia, pihaknya sudah melakukan sosialiasi dan membentuk komunitas di tingkat kecamatan.Komunitas itu seperti koalisi kependudukan yang isinya lintas instansi dari Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan dan lintas sektoral.

Pihaknya juga membentuk Pusat Informasi dan Konseling (PIK) Remaja di 11 kecamatan yang sekretariatnya di sekolah-sekolah.

Baca: Para Pelajar SMA Itu Hanya Dihukum Satu Tahun, Penasihat Hukum Langsung Terima Putusan Hakim

PIK Remaja ini yang akan menyampaikan informasi sesama sebaya.

"PIK Remaja sudah berjalan, Kami juga aktif menggalang forum anak. Semua kasus yang berkaitan dengan anak, asalkan memberi laporan pasti tertangani. Termasuk anak mendapat kekerasan secara seksual," jelas Luffiati.

Disebutkan dia, selama Januari hingga April 2108, ada 21 kasus kekerasan seksual yang dialami anak dan dengan pelaku anak.

Baca: Indra Herlambang Protes Baim Wong Jadi Presiden Jomblo, Lihat Aksinya Tunjukan Kelebihan

Sedangkan tahun 2017 sebanyak sebanyak 16 anak.

Upaya pemerintah memadamkan semangat anak dan remaja bebas bergaul tanpa batas? Bagaimana pula perlindungan terhadap anak agar tak jadi korban atau justru sebagai pelaku kejahatan seksual?

Menurut Luffiati, jika masih dapat dimediasi, maka korban akan diberikan perlindungan di rumah perlindungan sementara, hingga kasusnya selesai.

Baca: Yuliast Mochamad Tuding Putri Opick Sengaja Mempublish Chat Pribadi, Begini Jawaban Menohok Ghaniya

Namun, lanjut dia, jika kasusnya diselesaikan melalui kepolisian, pihaknya tidak bisa ikut campur. Jika kasusnya sudah berkekuatan hukum itu menjadi urusan dinas sosial.

"Kami hanya monitor, jika kasus anak sebagai pelaku ditangani polisi. Jika belum ditangani polisi, kami berikan rasa aman dengan mengirimkan psikiater dan menawarkan rumah perlindungan kepada anak yang menjadi korban," katanya.

Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help