Berita Hulu Sungai Tengah

Pondok Alquran Kasim Berdiri dengan Bahan Seadanya, 7 Kali Mengajukan Proposal Tapi Terkendala Ini

KASIM memilih berdakwah di daerah pegunungan karena dia melihat sebagian warga Maratus, khususnya di Desa Tilahan menganut agama Islam.

Pondok Alquran Kasim Berdiri dengan Bahan Seadanya, 7 Kali Mengajukan Proposal Tapi Terkendala Ini
BPost Cetak

BANJARMASINPOST.CO.ID, BARABAI - KASIM memilih berdakwah di daerah pegunungan karena dia melihat sebagian warga Maratus, khususnya di Desa Tilahan menganut agama Islam.

Namun, pengetahuan mereka akan Islam sangat minim.

Sebelum berdakwah di desa itu, Kasim berujar, banyak orangtua dan anaknya belum tahu cara berwudu, belum melaksanakan salat lima waktu, dan belum bisa baca tulis Alquran.

Bahkan, berkembang alirat sesat yang mengajarkan batamat salat.

Baca: Yuliast Mochamad Tuding Putri Opick Sengaja Mempublish Chat Pribadi, Begini Jawaban Menohok Ghaniya

“Ilmu tauhid mereka masih dangkal. Dari situ saya terpanggil mendirikan pondok Alquran ini. Alhamdulilah, rata-rata sudah lancar membaca Alquran, bahkan sudah hapal sampai empat juz,” ucap Kasim.

Meski mereka mondok di Arraudah, anak-anak tetap rajin bersekolah ke sekolah umum, SD dan SMP.

Mereka juga tak pernah malas datang belajar Alquran tanpa paksaan.

Bagaimana memenuhi kebutuhan hidup santri dan diri sendiri? Kasim percaya rezeki datang dari Allah Yang Maha Kuasa.

Baca: Indra Herlambang Protes Baim Wong Jadi Presiden Jomblo, Lihat Aksinya Tunjukan Kelebihan

Meskipun tak bisa hidup mewah, untuk makan dengan lauk seadanya, dia masih bisa memenuhi dari bantuan masyarakat desa.

Halaman
123
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved