Kriminalitas Tanahlaut

Sidang Kasus Pembunuhan Hari Kemerdekaan Mendadak Ricuh Gara-Gara JPU Tak Terima Difoto

Sidang kasus pembunuhan terhadap Gt Arief Rahman Hakim (35) tepat dihari Kemerdekaan 2017 lalu di Jalan Pelabuhan

Sidang Kasus Pembunuhan Hari Kemerdekaan Mendadak Ricuh Gara-Gara JPU Tak Terima Difoto
Banjarmasinpost.co.id/Mukhtar Wahid
Sidang kasus pembunuhan terhadap Gt Arief Rahman Hakim (35) tepat dihari Kemerdekaan 2017 lalu di Jalan Pelabuhan Gang Al Wardiyah RT 9 RW 3 Kelurahan Murung Keraton digelar di Pengadilan Negeri (PN) Martapura. 

BANJARMASINPOST. CO.ID.MARTAPURA - Sidang kasus pembunuhan terhadap Gt Arief Rahman Hakim (35) tepat dihari Kemerdekaan 2017 lalu di Jalan Pelabuhan Gang Al Wardiyah RT 9 RW 3 Kelurahan Murung Keraton digelar di Pengadilan Negeri (PN) Martapura.

Sidang yang menghadirkan terdakwa M Malik mengagendakan penyampaian pembelaan oleh panasehat hukum terdakwa, Amin Rais dan Supiansyah Darham.

Keduanya meminta agar majelis hakim membebaskan terdakwa dari tuntutan hukum.

Baca: Jadwal Pekan 8, Top Skorer dan Klasemen Liga 1 2018 - Persib vs Persipura, Arema vs PSM

"Kami minta agar terdakwa dibebarkan dari semua tuntutan hukum," ujar Amin Rais membacakan pembelaan kliennya itu.

Usai Pembelaan, Majelis Hakim Agus Sangka Kala, Gatot Raharjo SH, Gesang Yoga Madyasto pun menutup sidang.

Namun, baru ditutup ruang sidang pun seketika ricuh menyusul ketegangan yang terjadi antara jaksa dengan keluarga terdakwa.

Ketegangan ini bermula saat JPU Andy Fachry dengan nada tinggi menanyakan maksud keluarga terdakwa yang memotonya saat dipersidangan.

"Anda tadi ngapain foto-roto saya,"ujar Fachry dengan nada tinggi seraya berdiri menunjuk keluarga terdakwa di bangku pengunjung.

Baca: Live RCTI! Live Streaming Home United vs Persija Semifinal Piala AFC 2018 Malam Ini

Dituding demikian, wanita yang juga adik terdakwa pun langsung emosi.

"Iya, saya ambil foto. Keberatankah, "ujar wanita itu dengan nada menantang.

Seketika ruang sidang pun ricuh. Keluarga terdakwa pun tampak bersitegang dengan JPU yang berikutnya hanya bisa terdiam mendengarkan ocehan dari adik-adik terdakwa.

"Kamu tidak adil disogoknya. Korban itu, naik ke rumah kami," ujar wanita itu berteriak lantang.

Untungnya, petugas keamanan bertindak sigap mengamankan keluarga terdakwa keluar dari gedung PN Martapura.

"Sudah bu. Keluar saja dari ruangan diselesaikan diluar," katanya.

Editor: Murhan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help