Berita Banjarbaru

ULM Ground Breaking Pabrik Efervescent Pasak Bumi, Siapkan Lahan Tanam 500 Hektare di Tanbu

ULM Banjarmasin gelar Groundbreaking tahapan awal pembangunan pabrik efervescent akar pasak bumi di Lokasi Gedung 2 FMIPA.

ULM Ground Breaking Pabrik Efervescent Pasak Bumi, Siapkan Lahan Tanam 500 Hektare di Tanbu
banjarmasinpost.co.id/nia kurniawan
Jajaran Rektorat ULM dan pihak kementarian Kemenristekdikti bersama-sama minum pasak bumi effervescent Borneo. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Banjarmasin gelar Groundbreaking tahapan awal pembangunan pabrik efervescent akar pasak bumi, Selasa (8/5) di Lokasi Gedung 2 FMIPA.

Peletakan batu pertama pembangunan pabrik rencananya dihadiri oleh Direktur Inovasi Industri Ditjen Penguatan Inovasi Kemenristekdikti, Santoso Yudo Warsono.

Borneo ekstrak akar pasak bumi produk farmasi bahan alami dengan bahan baku akar pasak bumi menjadi produk unggulan merupakan hasil inovasi dosen FMIPA ULM.

Tim peneliti terdiri atas Heri Budi Santoso, Liling Triyasmono, Totok Wianto, Khoerul Anwar, dan Mia Fitriana yang pada Tahun 2017 di Danai oleh Program Calon Perusahaan Pemula Berbasis Teknologi (CPPBT) Ditjen Penguatan Inovasi. Kemudian Mengikuti Pameran Inovasi I3E di Surabaya, sehingga berlanjut ke Inovasi Industri.

Baca: Live JTV! Live Streaming Persibo vs Madura United Piala Indonesia 2018 via Streaming JTV Sore Ini

Dua penyokong utama pembangunan pabrik terdiri dari Direktorat Jenderal Penguatan Inovasi Kemenristekdikti dengan hibah senilai Rp 1,5 miliar pada Tahun 2018 dan multi Tahun untuk membantu peralatan industri, dan Yayasan Haji Maming 69 menyumbang Rp 900 juta.

"Menggunakan spesifikasi industri. Terobosan penting, ini pertama kali bangun teaching industry. Begitu bersyukur. Potensi alam kita Kalimantan ini sangat besar. Suatu model pengembangan industri. Ini bersejarah bagi kita. Cikal bakal pengembangan kampus, tak hanya riset dan publikasi tapi bisa berproduksi, di Tanah bumbu nanti disiapkan lahan 5000 hektare untuk penanaman pasak bumi," kata Sutarto Hadi.

Nantinya effervescent akar pasak bumi bikinan pabrik FMIPA dengan merek dagang Borneo, akan dibantu pemasarannya oleh perusahaan obat terkenal yakni PT Kimia Farma, dengan sistem bagi hasil. (banjarmasinpost.co.id/kur)

Penulis: Nia Kurniawan
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved