Berita Banjarbaru

Hasil Fatwa MUI dari Ijtima Ulama Ke-6 Mulai Soal LGBT Sampai Aliran Kepercayaan di Kolom KTP

Ijtima Ulama keenam Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia di Pondok Pesantren Al Falah Banjarbaru selesai, Rabu (09/05/218).

Hasil Fatwa MUI dari Ijtima Ulama Ke-6 Mulai Soal LGBT Sampai Aliran Kepercayaan di Kolom KTP
Banjarmasinpost.co.id/Milna Sari
Suasana Ijtima Ulama ke-6 di kalsel 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Ijtima Ulama keenam Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia di Pondok Pesantren Al Falah Banjarbaru selesai, Rabu (09/05/218).

Dalam Ijtima Ulama keenam Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia di Kalsel kini MUI menghasilkan 24 fatwa dan satu resolusi yaitu aksi bela baitul maqdis.

Dari 24 fatwa yang dihasilkan tersebut di antaranya terkait LGBT, aliran kepercayaan di KTP Elektronik, mahar politik, hukum material peradilan agama, Undang-undang perkawinan, RUU Lembaga Pendidikan Keagamaan dan Pesantren, minuman beralkohol, tembakau, dan lain sebagainya. Sementara satu resolusi MUI yaitu aksi bela Baitul Maqdis di Jakarta.

Baca: Live JTV! Live Streaming PSBK Blitar vs Arema FC Piala Indonesia 2018 via Streaming JTV Hari Ini

Sebelumnya hasil fatwa dini dihasilkan dari empat komisi yang membahas pembahasan berbeda. Total ada sekitar 700 ulama yang mengikuti pembahasan.

Berdasarkan hasil fatwa MUI jelas mengatakan LGBT haram dan merupakan perilaku menyimpang dan tidak dibenarkan oleh semua agama.

Melalui pembasahan dihasilkan juga usulan agar rancangan KUHP terkait LGBT memasukkan bahwa hubungan sesama jenis, zina dan perkosaan adalah tindak pidana.

Selain itu juga diusulkan untuk menghilangkan batasan umur pada tindak pidana pencabulan orang dewasa ke anak-anak sesama jenis.

"LGBT jelas haram," ujar Ketua MUI, Prof KH Ma'ruf Amin dan konferensi pers penutupan Ijtima ulama kepada Banjarmasinpost.co.id.

Baca: Hasil Martapura FC vs Blitar United - Gol! Mustaqim Bawa Martapura FC Unggul 2-1

Sementara terkait akan dimasukkannya aliran kepercayaan ke KTP el jelas ditolak oleh MUI. Jelas Ma'ruf Amin pihaknya menolak aliran kepercayaan dimasukkan di KTP el saat ini.

"Kalau mau dimasukkan dibikinkan kolom khusus, kita tidak mau agama disandingkan dengan aliran kepercayaan, sekarang kan KTP el sudah berjalan biarlah mereka yang ingin memasukkan aliran kepercayaan buat baru dengan format berbeda, tidak bisa agama dihari miring dengan aliran kepercayaan,"tegasnya.

Halaman
12
Editor: Murhan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved