Opini Publik

Melaju Bersama Mobil Listrik

Dalam proyek pembangkit listrik 35.000 MW misalnya, dominasi ada pada pembangkit listrik tenaga uap yang berbahan bakar batubara.

Melaju Bersama Mobil Listrik
Kompas.com
Mobil listrik anak bangsa Ezzy II yang dijajal Presiden Joko Widodo saat meresmikan tol Surabaya-Mojokerto, Selasa (19/12/20 

Oleh: Ferry Irawan Kartasasmita
ASN Kementerian Perhubungan Berdomisili di Pelaihari, Kalsel.

MASALAH lingkungan telah menjadi isu menarik yang selalu diangkat dalam forum-forum global. Terutama dalam hal pemanasan global, Indonesia memiliki target untuk menurunkan 26% gas rumah kaca pada tahun 2020. Sebuah angka penurunan yang terbilang besar, mengingat kondisi saat ini, kita begitu sangat tergantung akan bahan bakar fosil dalam pemenuhan energi.

Dalam proyek pembangkit listrik 35.000 MW misalnya, dominasi ada pada pembangkit listrik tenaga uap yang berbahan bakar batu bara. Merupakan sumber bahan bakar yang sangat besar dalam melepaskan karbon ke udara. Begitupun di sektor transportasi, terutama pada kendaraan pribadi, kita tidak bisa lepas pada ketergantungan akan bahan bakar minyak (BBM).

Upaya pemerintah dalam diversifikasi energi dengan pemakaian gas dan bahan bakar nabati tidak berjalan secara maksimal. Lalu akankah target pemerintah untuk menurunkan gas rumah kaca menjadi hanya menjadi janji kosong belaka? Tentu tidak, segala upaya tetap digiatkan untuk mengurangi ketergantungan kita dengan energi fosil yang tidak dapat diperbaharui ini.

Pembangunan pembangkit listrik terbarukan seperti air, angin, matahari, dan geothermal, merupakan upaya jangka panjang dalam mendukung pengentasan pemanasan global saat ini. Begitupun pada moda transportasi, pemerintah telah membuka kran yang lebar untuk pengembangan kendaraan berbasis hybrid, gas dan listrik.
Pada kesempatan kali ini, penulis bertitik berat terhadap pengembangan mobil listrik dalam upaya mengatasi permasalahan lingkungan. Terutama dalam upaya penurunan emisi karbon yang selama ini menjadi keluaran utama kendaraan berbahan bakar minyak.

Mobil listrik kini mencuat sebagai kendaraan masa depan, terutama ketika tesla motor sukses dalam penjualan mobil listriknya. Beberapa keunggulan mobil listrik jauh di atas dari mobil konvensional, membuat masyarakat mulai melirik untuk memiliki kendaraan yang sarat teknologi tinggi ini.

Keunggulan Mobil Listrik
Keunggulan utama mobil listrik tentunya adalah minimnya emisi yang dihasilkan bahkan mendekati nol emisi. Hal ini dikarenakan tidak terjadi proses pembakaran bahan bakar dalam mesin, sumber energi berasal dari baterai yang telah diisi sebelumnya. Emisi gas buang berupa hidrokarbon, karbonmonoksida, nitrogen oksida dan partikulat yang selama ini memberikan dampak buruk bagi kesehatan manusia, dapat menurun dengan drastis ketika mobil listrik dapat menggantikan mobil konvensional. Polusi udara di perkotaan tentunya akan berkurang dan udara menjadi lebih segar.

Di samping itu, mobil listrik memiliki keunggulan dengan tingkat kebisingan yang rendah. Saat ini di jalan padat perkotaan tingkat kebisingan mencapai 90 desibel, hal ini dapat berdampak pada gangguan pendengaran, fisiologis, psikologis, bahkan ketulian, maka dengan mobil listrik kebisingan akan berkurang karena kerja mesin tidak terlalu berisik dibandingkan mobil konvensional apalagi yang telah berusia tua.

Mobil listrik juga dinilai tidak membutuhkan banyak perawatan, tidak memerlukan pergantian pelumas atau suku cadang tertentu. Tentunya mobil jenis ini memiliki fitur –fitur modern yang menambah prestige bagi pengguna di zaman millineal ini dan pastinya fitur-fitur tersebut meningkatkan keselamatan dan kenyamanan bagi penggunanya.

Dan terakhir, mobil listrik memiliki biaya penggunaan energi yang jauh lebih murah dibandingkan dengan menggunakan bahan bakar minyak. Nilai efesiensinya bahkan mencapai empat kali lebih murah dan pada saat terjadi kemacetan, penggunaan energi mobil listrik jauh lebih irit. Tentunya kendaraan ini sangat cocok pada kondisi jalan di kota besar yang cenderung padat.

Halaman
12
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved