Berita Banjarbaru

Pasak Bumi Jadi Produk Unggulan Hasil Inovasi Dosen FMIPA, Tanbu Siapkan Lahan 5.000 Hektare

UNIVERSITAS Lambung Mangkurat (ULM) memulai tahapan awal pembangunan pabrik effervescent akar pasak bumi di lingkungan kampus

Pasak Bumi Jadi Produk Unggulan Hasil Inovasi Dosen FMIPA, Tanbu Siapkan Lahan 5.000 Hektare
BPost Cetak

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - UNIVERSITAS Lambung Mangkurat (ULM) memulai tahapan awal pembangunan pabrik effervescent akar pasak bumi di lingkungan kampus Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), Banjarbaru, Selasa (8/5).

Peletakan batu pertama pembangunan pabrik rencananya dihadiri Direktur Inovasi Industri Ditjen Penguatan Inovasi Kemenristekdikti, Santoso Yudo Warsono.

Dukungan penuh diberikan Sutarto Hadi selaku rektor untuk pengembangan produk inovasi ini.

Baca: Jleb Banget! Pacaran 5 Tahun Sejak 1 SMA, Malah Hamilin Cewek Lain Usai Lamaran

Baca: Di Sekolah Disebut Guru Ganteng, Siapa Sangka Kelakuannya Mengerikan

Baca: Penonton Ngeri Lihat Perempuan Cantik Ini Gigit Mandau Saat Bawakan Tari Dayak Hantak Mandau

Pertemuan dengan Juamin Appe, Dirjen Penguatan Inovasi Kemenristekdikti, juga dilakukan secara intensif, sehingga program ini berjalan dengan baik.

Produk farmasi bahan alami dengan bahan baku akar pasak bumi, yaitu borneo ekstrak akar pasak bumi, menjadi produk unggulan dan merupakan hasil inovasi dosen FMIPA ULM.

Bahkan langsung dicicipi Sutarto Hadi dan tamu undangan.

"Segar. Rasa anggur," ucap Sutarto.

Baca: Wah Ayu Ting Ting Gandeng Vidi Aldiano Demi Dimsum Martabak? Loh Pacar Boy William Sampai Komentar

Tim peneliti terdiri atas Heri Budi Santoso, Liling Triyasmono, Totok Wianto, Khoerul Anwar, dan Mia Fitriana yang pada Tahun 2017 didanai Program Calon Perusahaan Pemula Berbasis Teknologi (CPPBT) Ditjen Penguatan Inovasi.

Kemudian, mengikuti pameran inovasi I3E di Surabaya, sehingga berlanjut ke inovasi industri.

Dua penyokong utama pembangunan pabrik terdiri dari Direktorat Jenderal Penguatan Inovasi Kemenristekdikti dengan hibah senilai Rp 1,5 miliar pada 2018 dan multi tahun untuk membantu peralatan industri, serta Yayasan Haji Maming 69 menyumbang Rp 900 juta.

Baca: Kok Dokter Cantik Ini Tiba-tiba Klarifikasi Soal Kehamilan Lucinta Luna, Ngapain Ikutan Berdrama!

"Begitu bersyukur. Potensi alam Kalimantan sangatlah besar. Suatu model pengembangan industri. Ini bersejarah bagi kita. Cikal bakal pengembangan kampus. Tidak hanya riset dan publikasi, tapi bisa berproduksi. Di Kabupaten Tanahbumbu nanti disiapkan lahan 5.000 hektare untuk penanaman pasak bumi," imbuh Sutarto.

Nantinya, effervescent akar pasak bumi bikinan pabrik FMIPA dengan merek dagang Borneo, akan dibantu pemasarannya oleh perusahaan obat terkenal, yakni PT Kimia Farma, dengan sistem bagi hasil.

Direktur Inovasi Industri Ditjen Penguatan Inovasi Kemenristekdikti, Santoso Yudo Warsono mengatakan sangat mengapresiasi karena bisa sebagai pembelajaran mahasiswa.

"Terus kembangkan dan inovasi," katanya.

Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help