Berita Tanahbumbu

Hingga April, PLN Sudah Tertibkan 8 Juta KWH dari Pencurian Listrik

Usai apel gelar alat kemarin, Manager Bidang Teknik PT PLN Kalselteng, Johari mengatakan masih banyak pencurian listrik

Hingga April, PLN Sudah Tertibkan 8 Juta KWH dari Pencurian Listrik
HO/Humas PLN
Petugas PLN sedang memasang jaringan listrik di ketinggian. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BATULICIN - Pencurian listrik untuk wilayah Kalimantan Selatan dan Tengah masih saja terus terjadi. Pencurian listrik itu menjadi perhatian PLN Kalselteng.

Usai apel gelar alat kemarin, Manager Bidang Teknik PT PLN Kalselteng, Johari mengatakan masih banyak pencurian listrik. Timnya pun rutin melakukan pengecekan lokasi untuk menghindari pencurian listrik tersebut.

Sebab adanya pencurian listrik tersebut tentu saja merugikan, pelaku membayar sedikit sementara pemakaiannya jauh lebih tinggi.

Menurut Johari untuk periode Januari hingga April kemarin, sudah jutaan KWH yang sudah ditertibkan di wilayah Kalselteng. Menurutnya pencurian listrik masih terus dipantau tim.

"Sudah lebih dari 8.000.000 KWH yang ditertibkan untuk januari sampai april 2018. Sedangkan untuk target penertiban selama 2018 ini ditargetkan sekitar 30an juta KWH listrik," katanya kepada Banjarmasinpost.co.id.

Dari jumlah itu, jenis pencurian listrik mulai dari mempengaruhi meteran, menyadap meteran, merubah segel dan mencuri langsung dari kabel listriknya.

Ditanya terkait bagaimana mengetahui adanya pencurian listrik? Dia mengatakan bisa diketahui dengan dilihat langsung melalui pengecekan tim. Selain itu juga melihat pembayaran bulanan apakah sesuai dengan pemakaian atau tidak.

"Misalnya saja, KWHnya rendah tapi ternyata pemakaiannya sangat besar tapi tidak terhitung. Nah itu terindikasi melakukan pencurian listrik," katanya.

Ditambahkan Manager PLN Rayon Batulicin, Eko Bagus Aribawa, Kamis (10/5/18), pengecekan pun dilakukan. Biasanya, tim akan turun melakukan pegecekan dengan melibatkan pihak kepolisian.

"Bila kedapatan, kami langsung melakukan tindakan tegas dengan membayar denda sesuai pelanggaran yang dilakukannya," katanya. (Man hidayat)

Penulis: Man Hidayat
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help