Berita Banjarbaru

Kemarau Buruh Minim Permintaan Masukkan Pasir ke Truk, Pendapatan Buruh di Pumpung Seret

Cuaca panas seminggu ini di Banjarbaru membuat pengusaha memilih mengangkut tanah dibanding pasir.

Kemarau Buruh Minim Permintaan Masukkan Pasir ke Truk, Pendapatan Buruh di Pumpung Seret
banjarmasinpost.co.id/milna sari
Buruh memasukkan pasir ke atas truk di Desa Pumpung , Cempaka, Banjarbaru. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Cuaca panas seminggu ini di Banjarbaru membuat pengusaha memilih mengangkut tanah dibanding pasir. Khususnya tanah di Cempaka Banjarbaru.

Akibat truk yang beralih mengangkut tanah membuat pendapatan para buruh pasir berkurang. Jika biasanya dalam sehari satu orang buruh pasir bisa memasukkan pasir ke dalam truk hingga empat kali kini buruh pasir banyak nganggur.

Rasyid misalnya, warga Desa Pumpung Kelurahan Sungaitiung Kecamatan Cempaka Banjarbaru ini sudah seharian tak mendapatkan giliran memasukkan pasir ke bak truk.

Kali itu ujar Rasyid, Kamis (10/05/2018) dirinya sudah mendapatkan giliran kemarin. "Ada antreannya, jadi bergiliran, misalnya saya giliran nomor berapa, tapi akhir-akhir ini dapat giliran bisa dua hari sekali," ujarnya.

Giliran yang sedikit diakibatkan truk yang datang sedikit sementara buruh pasir banyak. "Truknya yang masuk sedikit, buruhnya tambah banyak, yang lulus sekolah itu ikutan juga jadi buruh pasir," ujarnya kepada Banjarmasinpost.co.id.

Baca: Krishna Murti Geram Terhadap Napi Teroris yang Injak Kepala Polisi Korban Kerusuhan di Mako Brimob

Saat dipantau koran ini memang tak banyak truk lalu lalang di Desa Pumpung. Berbeda dengan hari biasa saat musim penghujan banyak truk bolak balik di desa itu.

Memang ujar Rasyid saat kemarau adalah saat sepi bagi buruh pasir. Saat kemarau atau panas, truk biasanya digunakan untuk mengangkut tanah karena lebih mudah, tidak becek, dan tidak berat saat diangkut. Sementara pasir bisa diangkut saat musim penghujan.

"Ya beginilah kami kalau musim kemarau, banyak nganggurnya daripada kerja," tambahnya.

Selain itu saat musim panas seperti ini sekali menaikkan pasir ke dalam bak truk bisa dikerjakan oleh tiga orang buruh pasir. Jika biasanya satu bak truk dikerjakan oleh dua orang lebih. Hal itu jelas Rasyid agar mengurangi jumlah antrean panjang.

"Sekarang dua tiga orang buruh satu truk pun juga masih panjang antrean, upahnya pun jadi bagi tiga juga, semakin sedikit penghasilan, " ujarnya.

Baca: Goyang Heboh Lucinta Luna Meski Sedang Hamil, Netizen: Kasian Dede Bayinya

Tak hanya warga desa Pumpung, warga Jalan Trasnpol Ujung Murung, Ripai mengatakan juga terpaksa gantung sekop lantaran permintaan buruh pasir turun.

Ia mengatakan sudah nasib buruh pasir setiap musim kemarau permintaan memasukkan pasir ke dalam bak truk turun. "Kalau mereka ngangkut tanah tidak perlu buruh, karena pakai ekskavator," ucapnya.
(Banjarmasinpost.co.id /miln)

Penulis: Milna Sari
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved