Berita HST

Model Ini Rayakan Ultah dengan Kunjungi Pondok Alquran di Meratus, Lalu Berikan Sumbangan Selimut

Nadia berkunjung ke pondok tersebut, bersama ibu serta kerabatnya, didampingi Kapolsek Hantakan, Iptu Tarjono

Model Ini Rayakan Ultah dengan Kunjungi Pondok Alquran di Meratus, Lalu Berikan Sumbangan Selimut
banjarmasinpost.co.id/hanani
Model Fotografi Nadia Zahira merayakan ulang tahun di Pondok Alquran Arraudah di Pegunungan Meratus Desa Tilahan, Kecamatan Hantakan, HST 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BARABAI - Model Fotografi, dari Banjarmasin, Nadia Zahira, memilih merayakan ulangtahunnya yang ke 18 dengan mengunjungi Pondok Alquran Arraudah, pondok sederhana Tahfizul Quran, yang didirikan dan dikelola oleh M Kasim, ustadz muda berusia 21 tahun, dari Kecamatan Pandawan Hulu Sungai Tengah, di Pegunungan Meratus Desa Tilahan, Kecamatan Hantakan.

Nadia berkunjung ke pondok tersebut, bersama ibu serta kerabatnya, didampingi Kapolsek Hantakan, Iptu Tarjono dan sejumlah anggota Polsek Hantakan. Kedatangan Nadia dan rombongan disambut Hangat ustadz Kasim dan para santri yang baru saja melaksanakan salat Zuhur berjamaah.

Pada kesempatan itu, Nadia menyampaikan rasa simpatinya terhadap dedikasi ustadz Kasim yang mengabdikan diri di desa terpencil tersebut tanpa pamrih.

Baca: Mahathir Terpilih Usai Video Najib Tersebar Tak Ada Negara yang Pilih Pemimpin Usia 93 Tahun

Nadia juga menyerahkan bantuan sumbangan berupa 20 lembat selimut dan 20 lembar sarung untuk para santri yang tinggal di desa tersebut, serta dua kotak berisi sembako. Apa yang membuatnya memilih merayakan ultah dengan berkunjung ke pondok tersebut?

Model Banjarmasin merayakan ulang tahun di Pondok Alquran Arraudah di Pegunungan Meratus Desa Tilahan, Kecamatan Hantakan, HST
Model Banjarmasin merayakan ulang tahun di Pondok Alquran Arraudah di Pegunungan Meratus Desa Tilahan, Kecamatan Hantakan, HST (banjarmasinpost.co.id/hanani)

Nadia mengaku sangat terharu, membaca dua tulisan bersambung di Banjarmasin Post cetak dan Online, yang menulis perjuangan ustadz Kasim dan santri, yang tinggal di pondok sederhana beratap rumbia dan berdinding campur-campur bambu, papan dan kasiboard, hingga tiap malam melawan hawa dingin pegunungan tanpa selimut, bantal dan kasur. Hal itu karena kondisi bangunan yang belum layak sebagai tempat tinggal.

Baca: Mahathir Mohamad Jadi Perdana Menteri di Usia 92 Tahun, Pernah Jabat di Petronas Hingga Jualan Roti

Apalagi, pondok tersebut juga digunakan sebagai tempat belajar, serta tempat salat berjamaah. "Saya jadi berpikir, apa yang bisa saya lakukan, sementara adik-adik tahfiz Alquran di sini kedinginan disaat kita tidur nyenyak,"katanya.

Usai menyerahkan bantuan, Nadia tak lupa foto bersama, selanjutnya pulang ke Banjarmasin. Sebelumnya, sumbangan berupa 50 sak semen untuk menyelesaikan pembangunan musala juga diberikan Kapolres HST AKBP Sabana Atmojo. (banjarmasinpost.co.id/hanani)

Penulis: Hanani
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved