Ekonomi dan Bisnis

Nilai Tukar Rupiah Melemah, Pelaku Usaha Kuliner Harapkan Bahan Pokok Tak Naik

Pelaku usaha kuliner di Banjarmasin berharap harga bahan pokok tidak ikut naik seiring melemahnya rupiah.

Nilai Tukar Rupiah Melemah, Pelaku Usaha Kuliner Harapkan Bahan Pokok Tak Naik
banjarmasinpost.co.id/hasby suhaili
Pengunjung di Posko 45 Jalan Kayutangi Banjarmasin 

BANJARMASINPOST.CO.ID -

Baca: Kapolres Karawang Dimutasi, Beredar Videonya Sebut Mau Gulung Kopassus dan Marinir Bikin Heboh

 Pelaku usaha kuliner di Banjarmasin berharap harga bahan pokok tidak ikut naik seiring melemahnya rupiah. Mengingat bisnis kuliner masih legit di Kota Seribu Sungai ini dan sekitarnya.

Owner Posko45, Indra Pramana Bakti mengatakan, secara langsung memang tidaklah berpengaruh, tetapi perlu diingat kenaikan dollar bakal berdampak pada harga kebutuhan bahan pokok. Tentunya kenaikan harga bahan pokok memberikan dampak yang cukup besar bagi pelaku usaha kuliner.

Posko45 berlokasi di dalam 45 Minimarket Jalan Kayutangi Banjarmasin. Menyediakan menu khas Banjar seperti nasi sup, rawon dan mie-mie instan serta berbagai kopi.

“Sudah dua bulan buka setiap hari 1x24 jam. Mengembangkan 45 Minimarket dan juga prospeknya untuk bisnis kuliner ini di Banjarmasin bagus,” katanya.

Baca: Jadwal Siaran Langsung (Live MNC TV) West Ham vs Manchester United Liga Inggris Pekan 38 Malam Ini

Menjadi harapannya, harga kebutuhan pokok tidak langsung melejit naik. Terlebih dirinya baru mengembangkan bisnis kuliner ini dalam dua bulan terakhir.

Ketua Asosiasi Pengusaha Jasaboga Indonaia (APJI) Kalsel, Surya D Setianta mengatakan, kenaikan USD terhadap IDR tidak mempengaruhi secara langsung terhadap usaha catering. Karena sebagian besar bahan baku adalah bahan bermuatan lokal.

“Kenaikan bahan dasar catering sering terjadi karena kurangnya pasokan atau tingginya permintaan. Atau juga adanya mata rantai bahan baku yang dikuasi oleh pemain besar, misalkan ayam potong,” katanya.

Dia juga mengatakan, pihaknya banyak menggunakan bahan lokal terkait kehalalan, produk yang digunakan harus bersertifikasi halal MUI.

Baca: Brigjen Iqbal Sebut Ahok Aman, Masih Aman di Dalam Tahanan

Tetapi, kenaikan bakal terjadi pada bahan-bahan seperti kecap, saus dan lainnya, bisa terjadi karena mungkin dalam proses produksi menggunakan bahan impor.

“Tentunya menjadi harapan rupiah kembali menguat, karena bagaimana pun secara makro, itu sangat penting menurunkan inflationary gap. Pada akhirnya berpengaruh terhadap daya beli dan stabilitas ekonomi,” harapnya.

Ditambahkannya, jika daya beli masyarakat meningkat maka ekonomi akan bergerak dan multiplier efectnya akan sampai juga pada peningkatan demand terhadap produk katering. (Banjarmasinpost.co.id/Hasby)

Penulis: Hasby
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved