Jendela Dunia

Parah! Gara-gara Salah Pencet PIN, Pembeli di China Ini Bayar Satu Bakpao Rp 300 Juta Lebih

Kali ini kejadian serupa terjadi di China dengan seorang pria yang harus membayar sekitar 150.000 yuan

Parah! Gara-gara Salah Pencet PIN, Pembeli di China Ini Bayar Satu Bakpao Rp 300 Juta Lebih
THINKSTOCK.COM
Ilustrasi bakpao 

BANJARMASINPOST.CO.ID, ZHENGZHOU - Masih ingat dengan kejadian seorang wanita di Swiss yang harus membayar hingga Rp 107 juta saat membeli kopi karena salah memasukkan PIN.

Kali ini kejadian serupa terjadi di China dengan seorang pria yang harus membayar sekitar 150.000 yuan (sekitar Rp 331 juta) untuk sebuah roti bakpao.

Diberitakan Zhengzhou Evening News yang dikutip SCMP, pria tersebut membayar secara elektronik sebuah roti kukus yang sebenarnya hanya berharga 1,5 yuan atau Rp 3.300.

Baca: Mengaku Punya Ilmu Ini, Ustadz Ini Nekat Datangi Mako Brimob Ingin Jadi Negosiator dengan Teroris

Namun insiden yang terjadi di sebuah toko roti di Zhengzhou, provinsi Henan itu baru diketahui pemilik toko pada akhir bulan saat dirinya merekap hasil penjualan.

Pemilik toko, He Liuzhu menduga salah satu pelanggannya telah salah memasukkan nomor PIN-nya saat diminta menekan jumlah uang yang akan dibayarkan saat mentransfer menggunakan aplikasi elektronik.

Baca: Dibebeskan Napi Teroris, Kondisi Bripka Iwan Sarjana Parah, Penuh Luka-luka dan Wajah Lebam

Akibatnya, jumlah uang yang dibayarkan senilai angka PIN tersebut.

"Saya sudah membuka toko roti ini selama delapan tahun dan penghasilan per bulannya hanya berkisar 10.000 yuan (sekitar Rp 22 juta)," kata Liuzhu.

"Tapi bulan lalu saya melihat jumlahnya sampai lebih dari 140.000 yuan. Itu sama dengan pendapat toko saya selama setahun," tambahnya.

Baca: Penjelasan Mabes Polri Soal Posisi Ahok Saat Kerusuhan di Rutan Mako Brimob

Liuzhu pun berupaya mencari tahu pelanggan yang telah melakukan kesalahan pembayaran itu dan bermaksud mengembalikan kelebihan jumlah pembayaran itu.

Dia telah melaporkan kesalahan tersebut pada penyedia layanan pembayaran elektronik ternama di China, Alipay.

Liuzhu juga memeriksa rekaman kamera pengawas di tokonya untuk mencari tahu pelanggannya. Namun dia kesulitan karena pembelian itu dilakukan saat toko tengah ramai pembeli.

Hai Guys! Berita ini ada juga di KOMPAS.com

Editor: Didik Trio
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help