Berita Kotabaru

Pemancing Cumi Menceburkan Diri ke Laut Gara-gara Ini, Satu Orang Dikabarkan Hilang

Kecelakaan air terjadi di sekitar area pelabuhan PT IBT, Mekarputih, Desa Lontar, Kecamatan Pulaulaut Barat Kotabaru.

Pemancing Cumi Menceburkan Diri ke Laut Gara-gara Ini, Satu Orang Dikabarkan Hilang
BANJARMASINPOST.co.id/helriansyah
Perahu nelayan Kotabaru tambat di dermaga karena tidak bisa melaut akibat cuaca buruk. Foto dirilis Selasa (3/4/2018) 

BANJARMASINPOST.CO.ID,KOTABARU - Kecelakaan air terjadi di sekitar area pelabuhan PT IBT, Mekarputih, Desa Lontar, Kecamatan Pulaulaut Barat Kotabaru. Lima orang saat kejadian menceburkan diri ke laut, seorang di antaranya dikabarkan masih hilang.

Diperoleh informasi, kejadian terjadi pada Kamis (10/5/2018). Berawal sekitar pukul 16.00 Wita, saat perahu dikemudikan Idrus bersama empat rekannya akan memancing cumi di perairan pelabuhan PT IBT.

Sekitar pukul 20.00 Wita, perahu ditumpangi kelima kemudian diikat di bagian lambung kiri tugboad Bima 306.

Bersamaan waktu itu, tugbiad akan melakukan olah gerak untuk bergeser ke depan kapal Vessel MV Andika Kaliani yang masih melakukan aktifitas loding batu bara di pelabuhan PT IBT.

Baca: Tak Kunjung Dilantik Raja Malaysia sebagai Perdana Menteri, Begini Reaksi Mahathir

Saat tugboat Bima 306 melakukan olah gerak, perahu ditumpangi para korban masih menempel di lambung tugboad hingga terbentur.

Untungnya bersamaan waktu itu kelima korban sempat melompat dan menceburkan diri ke laut, untuk menyelamatkan diri.

Sayangnya, informasi dihimpun satu orang di antaranya diketahui bernama M Taher, hingga berita diturunkan belum ditemukan.

Sementara keempat korban lainnya selamat dan dievakuasi ke kelinik PT IBT. Sedangkan korban yang hilang masih dilakukan pencarian oleh Polair unit Tanjung pelayar, Pos AL Tanjung pelayar, dan Polsek Pulau Laut Barat serta petugas lainnya.

Baca: Sukses Lewati Tujuh Jadwal Maut Liga 1 2018 Ini Kata Pelatih Barito Putera Jacksen F Tiago

Kapolres Kotabaru AKBP Suhasto SH SIK dikonfirmasi, tidak menepis adanya kejadian tersebut.

"Kronologisnya belum begitu paham. Bisa langsung tanyakan ke satpolair," jelas Suhasto melalui telepon genggam.

Hingga berita diturunkan belum didapat konfirmasi dari anggota satpolair.

(BANJARMASINPOST.co.id/helriansyah)

Penulis: Herliansyah
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved