Berita Kotabaru

Ribuan Orang Jejali Siring Laut untuk Hadiri Kongres Rakyat Tolak Tambang

Penolakan masyarakat Pulau Laut, Kotabaru adanya rencana penambangan batu bara dan bijih besi, tak pernah surut. Kamis (10/5/2018)

Ribuan Orang Jejali Siring Laut untuk Hadiri Kongres Rakyat Tolak Tambang
Istimewa
Kongres Rakyat Kotabaru Tolak Tambang di Siring Laut Kotabaru, Kamis (10/5/2018) 

BANJARMASINPOST.CO.ID,KOTABARU – Penolakan masyarakat Pulau Laut, Kotabaru adanya rencana penambangan batu bara dan bijih besi, tak pernah surut. Kamis (10/5/2018), masyarakat Pulau Laut tumpah ruah di Siring Laut Kabupaten Kotabaru menggelar kongres rakyat Pulau Laut tolak tambang.

Mengenakan kaus merah dan hitam bertuliskan #savepulaulaut, mereka berdatangan dari berbagai penjuru memenuhi siring laut. Ikut hadir dalam kongres rakyat Sekda Pemprov Kalsel Haris Makkie, anggota DPRD Kalsel Cuncung H Maming, Wabup Kotabaru Burhanudin dan tokoh-tokoh elemen masyarakat Kabupaten Kotabaru.

Pada kesempatan itu masyarakat dan para pejabat pemerintah sepakat menolak rencana tambang batubara dan bijih besi di Pulau Laut.

Baca: Reaksi Keluarga Ahok Pasca Kerusuhan di Rutan Mako Brimob Akibat Ulah Tahanan Terorisme

Sugian Noor, Ketua Kongres meminta izin yang sudah dicabut dikuatkan dengan Perda Pulau Laut bebas tambang. "Supaya tidak ada lagi izin tambang ke luar di Pulau Laut," ujarnya.

Pernyataan itu lagsung disambut Cuncung Maming yang menyatakan pihaknya sedang menggodok perda soal larangan penbamabangan. "Segera akan kami sosialisasikan," tegasnya disambut gemuruh gembira massa.

Sementara Burhanudin berujar, mayoritas warga memang menolak tambang di Pulau Laut. “Itu adalah fakta nyata di lapangan,” ucpnya.

Masyarakat langsung membubuhkan tanda tangan sebagai bukti penolakan tambang di Pulau Laut di atas kain sepanjang 50 meter.

Baca: Kemenangan Bersejarah Mahathir Muhammad, Jadi Perdana Menteri Lagi di Usia 92 Tahun

Seniman Jhon Tralala yang memberi hiburan madehin menyelipkan ungkapan agar rakyat tetap kuat bersatu menolakg tambang Pulau Laut. "Jangan sampai ditambang. Urang nyamannya, rakyat makan dabunya," ujarnya dalam gaya madehin yang lucu.

Sementara pantauan lain, massa yang ikut dalam kongres. Mereka ada yang berjalan kaki, naik sepeda motor, dan kendaraan roda empat.

Massa mengikuti kongres tolak tambang Pulau Laut saat menuju lokasi Siringlaut
Massa mengikuti kongres tolak tambang Pulau Laut saat menuju lokasi Siringlaut (BANJARMASINPOST.co.id/Helriansyah)

Bahkan ada massa yang menggunakan mobil bak terbuka seperti pikup dan truk.. Namun tidak diperbolehkan masuk dalam area atau sekitar kawasan berlangsungnya kongres.

Beberapa petugas Satlantas yang berjaga di beberapa titik, juga menutup jalan masuk untuk semua jenis kendaraan.

Informasi didapat kendaraan bak terbuka digunakan massa mendapat penilaingan dari petugas Satlantas.

Kasat Lantas Polres Kotabaru AKP Alvin Agung dikonfirmasi membenarkan, pihaknya menilang beberapa buah truk.

"Sudah kami tilang," singkat Alvin. (BANJARMASINPOST.co.id/helriansyah)

Penulis: Herliansyah
Editor: Murhan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved