Berita Banjarmasin

Dinas Kominfo Banjarmasin Pilih Lahan Baru Pendirian Pemancar Penguat Sinyal 4G

Dinas Kominfo Kota Banjarmasin, sedang memilih sejumlah lahan untuk pendirian pemancar penguat sinyal 4G.

Dinas Kominfo Banjarmasin Pilih Lahan Baru Pendirian Pemancar Penguat Sinyal 4G
banjarmasinpost.co.id/edi nugroho
Kadis Kominfo Kota Banjarmasin Hermansyah 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - DINAS Komunikasi dan Informasi (Kominfo) Kota Banjarmasin, sedang memilih sejumlah lahan untuk pendirian pemancar penguat sinyal 4G. Dari sejumlah lokasi lahan yang dipilih ini saat ini sedang dirapatkan dengan warga setempat.

"Ya dalam seminggu terakhir, kita sedang menggelar rapat dengan warga terkait lahan untuk pendirian pemancar penguat sinyal 4G. Lokasi lahannya ini baru. Untuk lokasinya belum bisa kita sebut. Sebelumnya kami dapat lahan tapi bermasalaj," kata

Kepala Dinas Informasi dan Komunikasi (Kominfo) Kota Banjarmasin Drs Hermansyah, Jumat (11/5/18).

Menurut Hermansyah, awalnya rencana pendirian pemancar penguat sinyal 4G di Kompleks
Perumahan Sintuk kawasan, Pemurus Dalam Banjarmasin Selatan ditolak warga.

Baca: Pembeli Aparteman Hendak Duduki Kantor Sipoa, Polisi Evakuasi Karyawan Sipoa Group

Alasan penolakan warga itu karena lahan fasilitas umum (fasum) yang rencana mau didirikan pemancar penguat sinyal 4G itu milik warga. Saat ini, komunikasi perlu data yang cepat sehingga jaringan 4 G perlu diperkuat sehingga perlu didirikan pemancar penguat sinyal.

"Kami ingin mendirikan menaral micro sel satu tiang. Ini tak perlu memanfaatkan lahan yang besar, yakni 1 x 2 meter. Tiangnya mirip tiang listrik dan tinggi sekitar 18 meter," katanya.

Dipaparkannya, warga ini merasa lahan fasum di Sintuk Pemurus Baru itu milik mereka sehingga Pemko tak berhak mendirikan pemancar penguat sinyal di daerah Sintuk dan pemko juga tak berani melangkah lebih jauh karena dari sisi aset akan bermasalah ke depannya.

Baca: Tim Tarik Gas Elpiji 3 Kg dari Dapur Rumah Makan, Pertamina Jamin Stok Elpiji Aman Sampai Lebaran

"Saat kita mau mengerjakan pendirian pemancar penguat sinyal itu bisa bermasalah karena aset itu bukan milik pemko. Ini sama halnya dengan pengaspalan. Kita berani mengaspal jalan yang asetnya milik pemko," katanya.

Hermasnyah juga bingung karena seharusnya begitu perumahan membangun, maka aset fasumnya itu harus segera diserahkan ke pemko. Delevoloper itu menyerahkan fasumnya itu ke warga sehingga pemko sulit mendirikan pemancar penguat sinyal di kawasan fasum tersebut.

"Warga merasa memiliki aset fasum tersebut. Kaitan aset itu bisa ditanyakan ke bagian aset," katanya. (banjarmasinpost.co.id/ogi).

Penulis: Edi Nugroho
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved