Berita Banjarmasin

Astaga, 200-an Koperasi di Kota Banjarmasin Bermasalah, Tunggak Cicilan Pinjaman Ratusan Juta

Bahkan saat ini membidik 200 buah koperasi bermasalah dengan indikasi banyak hutang dan tidak ada aktivitas.

Astaga, 200-an Koperasi di Kota Banjarmasin Bermasalah, Tunggak Cicilan Pinjaman Ratusan Juta
Harian Banjarmasin Post Edisi Sabtu (12/5/2018) Halaman 17 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Kerja keras untuk menertibkan koperasi bermasalah, terus dilakukan Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah (UKM) dan Tenaga Kerja Kota Banjarmasin.

Bahkan saat ini membidik 200 buah koperasi bermasalah dengan indikasi banyak hutang dan tidak ada aktivitas. Masyarakat pun diminta hati-hati dan jangan mudah tergiur dengan iming-iming kemudahan dari koperasi yang tidak kredibel tersebut.

"Di Banjarmasin ada 600 buah koperasi. Sebanyak 200-an koperasi itu itu dinyatakan bermasalah secara keuangan. Masyarakat diharapkan berhati-hati jika memilih koperasi, " kata Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah dan Tenaga Kerja Kota Banjarmasin, Priyo Eko.

Lebih lanjut dia menjelaskan, pada 2016 silam, Dinas UKM sudah membekukan 114 koperasi bermasalah dan pada 2017 ini membekukan sebanyak 84 koperasi yang tidak beres secara keuangan.

Baca: Ahmad Dhani Dilaporkan Lagi ke Polisi Karena Postingan ini, Warganet: Karma Maia dan Sialnya Mulan

Baca: Live Streamin Vidio.com, Barito Putera vs PSIS Semarang, Jacksen Ingatkan Tak Harus Menang Besar

Nah, pada 2018 ini tercatat ada 200 an koperasi bermasalah secara keuangan sehingga masyarakat diharapkan benar-benar berhati-hati.

Kondisi serupa, juga terjadi pada koperasi syariah karena dari 30 koperasi syariah itu hanya 7 (tujuh) yang aktif dan sebanyak 23 buah koperasi syariah itu fakum atau tidak aktif. Dinas Koperasi dan UKM terus memburu koperasi-koperasi bermasalah sehingga masyarakat tidak menjadi korban. Koperasi bermasah sering menawarkan modus investasi dengan imbalan tertentu, padahal dalam AD/ART koperasi, penawaran investasi ini dilarang.

"Koperasi bermasalah ada indikasi banyak hutang ke pemeritah dan tidak bisa mengembalikan atau membayar angsuran pinjaman modal. Terbanyak koperasi bermasalah ini milik masyarakat," terangnya.

Baca: Indosiar.com LIVE STREAMING Persija Jakarta vs Madura United 20.30 WIB - Big Match Liga 1 Pekan Ini

Sesuai keputusan menteri UKMN, sebelum 2015 silam peminjaman melalui dana melalui lembaga peminjaman dana bergulir (LPDB) itu tak memakai jaminan sehingga berpotensi banyak pinjaman macet. Nah, setelah 2015, maka peminjaman dana melalui LPDB itu wajib memakai jaminan dan harus mendapatkan rekomendasi dari Dinas UKM dan Tenaga Kerja Kota Banjarmasin.

"Kebijakan ini merupakan salah satu upaya mengurangi koperasi-koperasi bermasalah," katanya.

Priyo mengharapkan masyarakat harus tahu ciri-ciri koperasi yang sehat, yakni menggelar rapat anggota tahunan (RAT), punya usaha yang jelas, harus ada iuran wajib dan sukerela dan tidak boleh ada investasi, Sisa Hasil Usaha (SHU) dibagi danp punya nomer induk koperasi (NIK) dari kementrian. (banjarmasinpost.co.id/ogi)

Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved