Berita Tanahlaut

Desa Tirtajaya Bajuin Dijadikan Kampung Pengawas Pemilu, Ini Penjelasan Ketua Bawaslu RI

Menurut Abhan, keberadaan Kampung Pengawas Pemilu bertujuan mendorong partisipasi pemilih menyukseskan Pilkada 2018 atau Pemilu 2019.

Desa Tirtajaya Bajuin Dijadikan Kampung Pengawas Pemilu, Ini Penjelasan Ketua Bawaslu RI
banjarmasinpost.co.id/mukhtar wahid
Penjabat Bupati Tanahlaut, Akhmad Sofiani mendampingi Ketua Bawaslu RI, Abhan meresmikan Desa Tirtajaya Kecamatan Bajuin, Kabupaten Tanahlaut, Provinsi Kalimantan Selatan, sebagai Kampung Pengawasan Pemilu, Sabtu (12/5/2018). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI - Ketua Bawaslu RI, Abhan meresmikan Desa Tirtajaya Kecamatan Bajuin, Kabupaten Tanahlaut, Provinsi Kalimantan Selatan, sebagai Kampung Pengawasan Pemilu.

Didampingi Anggota DKPP, Muhammad dan Penjabat Bupati Tanahlaut, Akhmad Sofiani dan Ketua Bawaslu Kalsel, Iwan Setiawan, Abhan juga menandatangani prasasti Bawaslu yang akan diletakkan di depan pendopo pemilu cerdas.

Menurut Abhan, keberadaan Kampung Pengawas Pemilu bertujuan mendorong partisipasi pemilih menyukseskan Pilkada 2018 atau Pemilu 2019.

Kampung Pengawas Pemilu punya arti penting mendorong partisipasi masyarakat aktif dalam pengawasan tahapan Pilkada dan tahapan Pemilu dengan baik.

Baca: Madura United Unggul Cepat Atas Persija Jakarta Lewat Gol Penalti Fabiano Beltrame, Skor 0-1

Bagaimana pengawasan di kampung pengawasan pemilu tanpa politik uang, tanpa politisasi sara, tanpa adanya ujaran kebencian dan hoax dalam Pilkada serentak.

Selain itu, modal utama suksesnya Pilkada dan Pemilu adalah integritas sebagai penyelenggara, yaitu adil, obyektif, independent.

"Penyelenggaran adalah Bawaslu dan KPU. Jika penyelenggara ini tidak adil akan banyak permasalahan. Untuk itu perlu pengawasan dari masyarakat untuk penyelenggara bekerja diatas rel Undang-Undang, peran besar masyarakat yang mengawasi," katanya.

Baca: Hasil Persib Bandung vs Persipura : Skor Akhir 2-0, Berkat Gol Ezechiel dan Jonathan Bauman

Kemudian, elemen kedua, adalah partai politik peserta pemilu atau pasangan calon dan tim sukses peserta Pilkada 2018.

Agar pelaksanaan Pilkada sesuai aturan, dibutuhkan komitmen peserta Pilkada atau pasangan calon dan partai politik untuk menaati regulasi dan aturan dalam Pilkada atau Pemilu.

Tidak kalah pentingnya adalah elemen masyarakat. Masyarakat yang punya hak pilih yang akan menentukan lima tahun kondisi daerahnya.

"Maka hendaknya masyarakat yang punya hak pilih itu memilih dengan cerdas dan rasional," katanya.

Tadi sampaikan oleh deklarator Kepala desa Tirtajaya, bahwa pemilih yang cerdas itu adalah pemilih yang mau hadir ke TPS bukan karena iming-iming uang atau iming-iming sembako," katanya. (Banjarmasinpost.co.id/Mukhtar Wahid)

Penulis: Mukhtar Wahid
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help