Di Balik Rusuh di Mako Brimob

Dua Tersangka Teroris Melawan Petugas yang Mengawal, Mencekik dan Mencoba Merebut Senjata

Di balik rusuh 40 jam di Mako Brimob Kepala Dua, Depok, Jawa Barat, sampai Kamis (10/5) pagi, terungkap ada empat terduga teroris

Dua Tersangka Teroris Melawan Petugas yang Mengawal, Mencekik dan Mencoba Merebut Senjata
BPost Cetak

BANJARMASINPOST.CO.ID, JAKARTA - Di balik rusuh 40 jam di Mako Brimob Kepala Dua, Depok, Jawa Barat, sampai Kamis (10/5) pagi, terungkap ada empat terduga teroris yang mencoba menerobos masuk ke dalam rutan Mako Brimob.

Keempat terduga teroris itu bermaksud membantu rekan-rekan napi terorisme melakukan perlawanan menghadapi petugas.

Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Setyo membenarkan adanya rencana kelompok terduga teroris menerobos masuk Mako Brimob Kelapa Dua.

Baca: Gadis Sniper Ini Putar Lagu KPop Favorit Atasi Ketegangan Sebelum Hadapi Lawan

“Kamis sekira pukul 01.35 WIB di Jalan Stasiun Tambun, Mekarsari, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, polisi mendapat informasi ada sekolompok orang menuju Mako Brimob untuk membantu rekan-rekan napi teroris yang melakukan perlawanan kepada petugas di rutan Mako Brimob," jelas Setyo di Mabes Polri, Jumat (11/5/2018).

Usai mendapatkan informasi tersebut, sebut dia, kepolisian bergerak dan menangkap keempat orang tersebut.

Pukul 05.30 WIB, empat orang berinisial AM,HG, RA dan JG itu rencananya menuju Jakarta.

Saat akan diamankan, RA dan JG melakukan perlawanan kepada anggota yang membawa keduanya dan dua terduga teroris lainnya.

Baca: Pesta Pernikahan Seketika Berubah Jadi Pemakaman Usai Kejadian Tragis Ini

Setyo berujar, RA dan JG memberontak serta berusaha mencekik anggota yang melakukan pengawalan.

"Keduanya berusaha merebut senjata api dari anggota yang mengawal," kata Setyo.

Akhirnya, anggota kepolisian melakukan tindakan terhadap RA dan JG dengan menembaknya.

Kedua orang yang terluka itu kemudian dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Kramat Jati untuk mendapatkan perawatan.

"Namun setelah dua jam mendapat perawatan, RA meninggal dunia, sedangkan JG masih dalam perawatan. Dari tindakan tegas dan terukur tersebut mengakibatkan satu orang meninggal dan satu orang luka-luka," kata Setyo.

Baca: Seorang Pria Tertembak Oleh Anjingnya Sendiri, Begini Kronologinya, Reaksi si Anjing Mengejutkan!

Dalam peristiwa penangkapan itu, Polri mengamankan satu sangkur, satu belati, 25 butir peluru kaliber 9 milimeter, 25 paku tembak, dua ketapel, 3 busur besi, 69 peluru gotri, dua buah golok dan 48 butir peluru senapan angin.

"Upaya yang dilakukan, polisi membawa tersangka yang melakukan perlawanan atas nama RA dan JG ke rumah sakit, polisi mengamankan yang selamat untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut dan mengamankan bukti yang sudah ada," kata Setyo.

Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved