Kriminalitas Hulu Sungai Tengah

Gara-gara Didahului Saat Naik Motor, Warga Dua Desa di HST Nyaris Bentrok, Kapolres Pun Bertindak

Tak terima diselip oleh Rusdi (35) warga Desa Kambiyain, Kecamatan Tebingtinggi, Kabupaten Balangan itu, Amat kemudian mencegat Rusdi

Gara-gara Didahului Saat Naik Motor, Warga Dua Desa di HST Nyaris Bentrok, Kapolres Pun Bertindak
Istimewa
Kedua belah pihak yang bertikai, warga Desa Kabang, Limpasu HST, dan Desa Kambiyain, Tebingtinggi HST menandatangani perjanjian kesepakatan damai di ruang Kapolres HST AKBP Saban Atmojo. 

Dijelaskan, sebelum mediasi pascaperistiwa perusakan sepeda motor tersebut, beberapa jam kemudian datang beberapa warga Desa Kambiyain ke Desa Kabang, Limpasu, HST untuk meminta pertanggung jawaban pihak keluarga Amat.

Saat itu, warga Kabiyain diterima atau ditemui oleh kepala desa Kabang, Kapolsek Limpasu dan KBO Reskrim serta Kanit Buser.

“Musyawarah dilakukan di kantor Desa Kabang. Warga Kambiyian, menuntut ganti rugi kepada pihak keluarga pelaku atas pengrusakan sepeda motor dan perlakuannya terhadap korban,” kata Husaini.

Dalam musyawarah tersebut dihadiri pihak keluarga korban dan keluarga tersangka. Hasil musyawarah disepakati untuk permasalahan tersebut diselesaikan secara kekeluargaan pada esok paginya di Polsek Limpasu.

Namun, hasil musyawarah kedua itu tak menghasilkan kesepakatan kedua belah pihak, akhirnya Kapolres HST AKBP Sabana Atmojo, memerintahkan Kapolsek Limpasu membawa kedua belah pihak ke Mapolres.

“Sikap tegas Kapolres akhirnya membuat kedua pihak memilih jalan damai, dan kekeluargaan. Keduanya diingatkan hal tersebut tak terulang lagi. Sebab negara kita negara hukum, dimana semua orang tak boleh bertindak sekehendak hati karena setiap perbuatan ada konsekwensi yang harus dipertanggungjawabkan,”kata Husaini mengutif Kapolres HST. (banjarmasinpost.co.id/hanani)

Penulis: Hanani
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help