Ini Sejarah Salat Tarawih 11 dan 23 Rakaat Serta Dahsyatnya Keutamaannya yang Bakal Didapatkan

Salat tarawih adalah ibadah khusus yang hanya dilakukan saban bulan Ramadhan.

Ini Sejarah Salat Tarawih 11 dan 23 Rakaat Serta Dahsyatnya Keutamaannya yang Bakal Didapatkan
Tribun Timur
Ustaz Khalid Basalamah 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Salat tarawih adalah ibadah khusus yang hanya dilakukan saban bulan Ramadhan.

Hukum mengerjakannya adalah sunah, artinya jika dikerjakan berpahala, jika tidak dikerjakan tidak berdosa.

Selama ini, jumlah rakaatnya ada yang 23 ada juga yang 11.

Menurut Ustad Khalid Basalamah, itu ada sejarahnya.

Tarawih dari Bahasa Arab yang berarti santai.

Artinya, salat ini termasuk golongan salat malam namun berbeda dengan salat malam lainnya seperti tahajjud karena bisa dikerjakan secara santai.

Baca: Besok! Polda Kalsel Bersalawat Hadirkan Habib Syech dan Guru Zuhdi, Catat Waktunya

“Maksudnya, dikerjakannya dengan santai saja setelah salat Isya. Tidak seperti tahajjud yang kitanya harus tidur dulu setelah Isya, baru bangun tengah malam untuk salat tahajjud,” jelasnya.

Salat tarawih ini diajarkan Nabi Muhammad di malam pertama Ramadhan.

Usai salat Isya, Nabi Muhammad mengerjakannya dan ada beberapa sahabat yang kala itu ikut juga mengerjakannya berjemaah.

Malam itu, Rasulullah mengerjakan tarawih 11 rakaat.

Baca: Gadis Sniper Ini Putar Lagu KPop Favorit Sebelum Hadapi Lawan

Halaman
1234
Penulis: Yayu Fathilal
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help