Berita Banjarmasin

Ini Tiga Penyebab Ratusan Koperasi di Kota Banjarmasin 'Hidup Segan Mati Tak Mau'

Saat ini di Banjarmasin ada sekitar 250 koperasi di kota ini masih eksis, kondisi keuanganya sehat dan tidak bermasalah.

Ini Tiga Penyebab Ratusan Koperasi di Kota Banjarmasin 'Hidup Segan Mati Tak Mau'
Harian Banjarmasin Post Edisi Sabtu (12/5/2018) Halaman 17 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - DEWAN Koperasi Kota Banjarmasin mengamati ada ratusan koperasi yang kurang baik kondisinya sehingga masyarakat diharapkan untuk berhati-hati dalam memilih atau memutuskan masuk koperasi.

"Yaa kita harapkan masyarakat berhati-hati dalam memilih koperasi. Masyarakat diharapkan berhati-hati. Jangan asal masuk menjadi anggota koperasi," kata Ketua Dewan Koperasi Kota Banjarmasin Sumarno, Jumat (11/5/2018).

Menurut Sumarno, saat ini di Banjarmasin ada sekitar 250 koperasi di kota ini masih eksis, kondisi keuanganya sehat dan tidak bermasalah. Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah (UKM) dan Tenaga Kerja Kota Banjarmasin sendiri telah membubarkan koperasi-koperasi bermasalah agar tidak menjadi masalah baru bagi masyarakat.

"Saat ini total jumlah koperasi di Banjarmasin itu hampir 500 lebih dan separonya bermasalah secara keuangan," katanya.

Baca: Jadwal Siaran Langsung (Live) Liga Inggris Pekan 38 : Spurs, Liverpool & Chelsea Demi Liga Champion

Dijelaskannya, ada beberapa hal-hal menyebabnya koperasi itu bermasalah. Diantaranya karena kualitas sumber daya (SDM) yang tidak maksimal, sebagian koporasi terkendala dana dan pengurus koperasinya tidak bisa berusaha menyelesaikan masalah.

"Jadi ratusan koperasi bermasalah itu ibarat hidup segan, mati tak mau," katanya.

Dipaparkannya, setiap koperasi di Banjarmasian wajib mendaftarkan Nomer Induk Koperasi (NIK) ke Kementrian Koperasi RI. Kementrian Koperasi RI saat ini menginginkan kualitas koperasi, bukan lagi kuantitas koperasi.

Sumarno menegaskan koperasi-koperasi di Banjarmasin yang belum punya NIK masih dipertanyakan kualitas dan kredibilitasnya. Untuk membuat NIK dari Kementrian Koporasi itu ada syaratnya, seperti minimal telah melaksanakan rapat anggota tahunan (RAT) selama tiga tahun berturut-turut.

Baca: Live Streamin Vidio.com, Barito Putera vs PSIS Semarang, Jacksen Ingatkan Tak Harus Menang Besar

Dia menyarankan bagi masyarakat yang mau masuk anggota koperasi, silahkan tanya apakah koperasi terkait itu punya NIK dari Kementrian Koperasi atau tidak. Kalau tidak punya NIK, urungkan niat masuk ke koperasi tersebut.
Ketua Primer Koperasi KPN Guru-guru Banjarmasin Utara ini menyatakan untuk memperoleh NIK dari Kementrian Koperasi RI tak mudah. Sebab, Kementrian Koperasi akana meneliti kondisi kesehatan keuangan dari koperasi-koperasi yang mengajukan NIK.

"NIK dari Kementrian Koperasi menjadi salah satu indikator koperasi sehat dan berkualitas," tegasnya.

Menurut Sumarno, boleh saja koperasi menawarkan investasi kepada anggotanya sepanjang ada aturan di intern koperasi dan sesuai anggaran dasar juga anggaran rumah tangganya. Anggaran dasar dan anggaran rumah tangga setiap koperasi berbeda-beda dan tidak harus sama.

Baca: LIVE STREAMING Indosiar Persib vs Persipura Liga 1 Pekan 8, Ini Link Live Streaming Vidio.com

"Sekali lagi kami himbau masyarkat sebelum masuk ke sebuah koperasi untuk mencek koperasi tersebut sehat atau tidak. Kalau perlu tanyakan ke dewan koperasi Banjarmasin atau Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah (UKM) dan Tenaga Kerja Kota Banjarmasin," tegas Sumarno. (banjarmasinpost.co.id/ogi)

Penyebab Koperasi Bermasalah:
* Kualitas sumber daya (SDM) koperasi tidak maksimal
* Sebagian koporasi terkendala dana
* Pengurus koperasinya tidak bisa berusaha menyelesaikan masalah/.

Ciri Koperasi Baik:
* Menggelar rapat anggota tahunan (RAT)
* Punya usaha yang jelas
* Harus ada iuran wajib dan sukerela
* Sisa Hasil Usaha (SHU) dibagi
* Punya NIK dari kementrian koperasi RI

Sumber: Dewan Koperasi Kota Banjarmasin

Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help