Di Balik Rusuh di Mako Brimob

NEWS ANALYSIS: Para Napiter Terlalu Terpaku Pada Pemimpinnya

Semacam sindrom kepatuhan kepada pemimpin yang ternyata pemimpinnya sendiri itu lemah di hadapan aparat.

NEWS ANALYSIS: Para Napiter Terlalu Terpaku Pada Pemimpinnya
BPost Cetak

BANJARMASINPOST.CO.ID, JAKARTA - Ada problem atau sindrom kepatuhan yang diidap para napi terorisme.

Umumnya para napiter terlalu terpaku pada pemimpinnya.

Sehingga mereka bergerak atas dasar sikap dari pemimpin.

Ini pasti ada problem kepemimpinan yang tidak beres yang mereka idap.

Baca: Ngeri, Hanya Luka Kecil Tapi Menewaskan Anggota Brimob, Diduga Pisau Itu Beracun

Semacam sindrom kepatuhan kepada pemimpin yang ternyata pemimpinnya sendiri itu lemah di hadapan aparat.

Maka tak heran, para napiter langsung menyerahkan diri begitu pihak kepolisian melakukan ultimatum.

Baca: Gadis Sniper Ini Putar Lagu KPop Favorit Sebelum Hadapi Lawan

Meski memang ada 10 napiter yang sempat 'ngeyel' dan baru menyerah setelah adanya serbuan dari kepolisian.

Di sisi lain, melihat para napiter yang terlibat dalam tewasnya lima orang anggota polisi tersebut bukanlah 'pejuang'.

Sebab bila memang siap mati, kata dia, tentu mereka tak akan menjilat ludah sendiri dan menyerahkan diri.

Baca: Tiba-tiba Meletus, Surono: Gunung Merapi Selalu Jujur, Tak Mungkin Tanpa Memberi Tanda

Menyerahnya mereka ini menunjukkan mereka bukan pejuang.

Bahwa mereka yang tadinya mengatakan akan bertahan hingga mati ternyata mereka menelan ludahnya sendiri.

Dan, tadinya banyak orang menyangka mereka itu adalah singa-singa jihad.

Tapi tahu-tahu malah jadi kayak kucing garong gitu.

Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help