Banjarbaru Berinovasi

Point Penting Kenapa RPJMD Banjarbaru Harus Dilakukan Perubahan

Tampak hadir Sekretaris Daerah Kota Banjarbaru Drs H Said Abdullah M Si, Ketua Pansus RPJMD DPRD Kota Banjarbaru beserta Anggota Pansus

Point Penting Kenapa RPJMD Banjarbaru Harus Dilakukan Perubahan
Istimewa
Wali Kota Banjarbaru H Nadjmi Adhani meghadiri acara Musyawarah Perencanaan Pembangunan RPJMD Perubahan Kota Banjarbaru Tahun 2016-2021 bertempat di Aula Lantai 3 Bappeda Kota Banjarbaru Jum'at (11/5/2018) tadi. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Wali Kota Banjarbaru H Nadjmi Adhani meghadiri acara Musyawarah Perencanaan Pembangunan RPJMD Perubahan Kota Banjarbaru Tahun 2016-2021 bertempat di Aula Lantai 3 Bappeda Kota Banjarbaru Jum'at (11/5/2018) tadi.

Tampak hadir Sekretaris Daerah Kota Banjarbaru Drs H Said Abdullah M Si, Ketua Pansus RPJMD DPRD Kota Banjarbaru beserta Anggota Pansus, Kepala Bappeda Kota Banjarbaru, dari Bappeda Provinsi Kalimantan Selatan, Kepala SKPD Lingkup Pemerintah Kota Banjarbaru, Camat dan Lurah se Kota Banjarbaru.

Drs Thaufik Hidayat M Eng selaku ketua Panitia pelaksana melaporkan pelaksanaan penyusunan dokumen RPJMD perubahan kota Banjarbaru Tahun 2016-2021 telah melalui beberapa tahapan yaitu pertama Forum Konsultasi Publik, kedua Pembahasan Desk SKPD mengenai indikator program dan kegiatan (Cascading), ketiga pembahasan rancangan awal RPJMD dengan DPRD Kota Banjarbaru, keempat pembahasan rancangan awal RPJMD perubahan Kota Banjarbaru dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan.

Baca: Belum Bayar Utang Puasa Ramadhan? Ini Cara Membayarnya Menurut Ustad Abdul Somad

Baca: Jadwal Penentuan Awal Puasa Ramadhan 2018, Sidang Itsbat Digelar Tertutup

Wali Kota Banjarbaru H Nadjmi Adhani berterima kasih kepada seluruh undangan atas kehadiran pada rapat RPJMD ini, bahwa peluang untuk melakukan revisi dan perubahan perbaikan ini dimungkinkan seiring terbitnya Permendagri Nomor 86 Tahun 2017.

Wali Kota Banjarbaru H Nadjmi Adhani menambahkan ada tiga point penting kenapa RPJMD ini harus dilakukan perubahan karena pertama dalam perjalanannya ada beberapa proyeksi antara pemerimaan dan proyeksi pembangunan yang sudah tidak berkesesuaian lagi, kedua ditengah perjalanan telah menetapkan raperda tentang SOTK Kota Banjarbaru dimana beberapa SKPD yang mengalami berubah baik numenklatur maupun pembagian tupoksinya dimana SKPR tersebut berpisah kewenangannya dan perlu perubahan, substansi dokumen RPJMD belum memuat kearah kebijakan tahunan.

Wali Kota Banjarbaru H Nadjmi Adhani berharap seluruh peserta bisa berkontribusi dengan memberikan penajaman masukan terhadap penyempurnaan, sehingga tahun 2021 angka target yang ditetapkan bisa riil terlaksana.(banjarmasinpost.co.id/AOL)

Penulis: Nia Kurniawan
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help