Pria Ini Menerima Balasannya karena Perbuatannya Membakar 14 Anak Anjing Hidup-hidup

Laki-laki yang bertugas sebagai penjaga keamanan di Bangladesh itu resmi dijatuhi hukuman penjara pada Kamis (10/5) setelah

Pria Ini Menerima Balasannya karena Perbuatannya Membakar 14 Anak Anjing Hidup-hidup
net
ilustrasi 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Siapa yang menanam akan menuai.

Peribahasa ini sepertinya pantas diberikan kepada Mohammad Siddique.

Laki-laki yang bertugas sebagai penjaga keamanan di Bangladesh itu resmi dijatuhi hukuman penjara pada Kamis (10/5) setelah terbukti membakar hidup-hidup 16 ekor anjing.

16 ekor itu terdiri atas dua ekor anjing dewasa dan 14 lainnya masih anakan.

Mohammad Siddique, yang memasukkan anjing-anjing itu ke dalam kantong plastik sebelum dikubur, dijatuhi hukuman penjara enam bulan dan denda 200 taka atau sekitar Rp33 ribu.

Baca: LIVE STREAMING Sriwijaya FC vs Bhayangkara FC Pekan 8 Liga 1 Link Live Streaming Indosiar Vidio.com

Baca: Diambang Perceraian? Kerabat Dewi Perssik Beberkan Masalahnya, Menyebar Isu Kasus Pelecehan

Keterangan ini disampaikan jaksa penuntut Forkan Mia usai sidang digelar di ibu kota Dhaka.

Para aktivis penyayang binatang yang sudah lama melobi pemerintah agar mengganti undang-undang perlindungan hewan dari masa penjajahan, menyambut baik keputusan pengadilan ini.

“Fakta bahwa kasus ini disidangkan adalah sebuah prestasi besar,” kata Rakibul Haq Emil, aktivis hak-hak hewan dari PAW Foundation.

Baca: Umi Pipik Tulis Status Terdzolimi, Istri Sunu Banjir Dukungan! Mendzolimi Tapi Teriak Terdzolimi

Baca: Ibnu Jamil Digugat Cerai Istri, Mbah Mijan Tulis Cuitan ini Warganet Menduga Tentang Ibnu Jamil

“Saya yakin kasus ini akan menjadi peringatan bahwa menyiksa binatang di Bangladesh kini bisa berurusan dengan hukum,” tambah Rakibul.

Bangkai anjing-anjing itu ditemukan pada Oktober tahun lalu di sebuah kawasan permukiman di kota Dhaka.

Namun, pada awalnya polisi enggan mengusut kasus ini meski mendapat tekanan dari para aktivis.

Kekejaman terhadap hewan biasa terjadi di Bangladesh.

Namun, dalam beberapa tahun terakhir pada aktivis berhasil menghentikan pembunuhan massal anjing jalanan di Dhaka dan kota-kota lain di Bangladesh.

Editor: Edinayanti
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved