Berita Banjarmasin

Semua Rumah Makan Menengah di Banjarmasin Akan Ditempeli Stiker Pakai Elpiji Non Subsidi

TIM monitoring barang-barang bersubsidi Kota Banjamasin bakal menempel stiker di semua rumah makan menengah ke atas dengan stiker

Semua Rumah Makan Menengah di Banjarmasin Akan Ditempeli Stiker Pakai Elpiji Non Subsidi
banjarmasinpost.co.id/edi nugroho
TIM monitoring barang-barang bersubsidi mensidak rumah makan Khas Banjar dan rumah makan Fauzan di Jl Sultan Dalam. Rabu (9/5/18) lalu. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - TIM monitoring barang-barang bersubsidi Kota Banjamasin bakal menempel stiker di semua rumah makan menengah ke atas dengan stiker bertuliskan "Rumah Makan Ini Menggunakan Elpiji Non Subsidi" dalam waktu dekat.

"Iya semua rumah makan beromset Rp50 juta per tahun akan kita tempeli stiker "Rumah Makan Ini Menggunakan Elpiji Non Subsidi. Pertamina dan kita sudah siapkan stiker" ," kata Lili Dwiyanti Kabag Perekonomian Pemko Banjarmasin, Minggu (13/5/18).

Menurut Lili, rumah makan beromset Rp50 juta per tahun itu wajib menggunakan elpiji non subdidi baik 5 kg maupun 12 kg.

Baca: Sempat Booming Papa Minta Pulsa, Kini Tenggelam di Zaman Now, Sekarang Mainnya Ini

Epiji 3 kg susbsidi itu untuk warga miskin.

Sebelumnya, puluhan anggota tim monitoring barang-barang bersubsidi mensidak rumah makan Khas Banjar di Jl Sulawesi, Rabu (9/5/18) lalu.

Tim tersebut beranggotakan Lili Dwiyanti Kabag Perekonomian Pemko Banjarmasin, Sales Executive LPG wilayah Kalsel Aditya Agung Andrawina, Manager PT Citra Usaha Prima, salah satu agen elpiji di Banjarmasin, Roni, pejabat dinas perbubungan, Satpol PP dan petugas dinas perindustrian dan perdagangan.

Baca: Ketua PBNU: Bom Bunuh Diri Bertentangan Dengan Agama & Perbuatan Tak Manusiawi

Begitu sampai di rumah makan Khas Banjar, Lili ditemani anggota Satpol PP menjelaskan kedatangannya untuk mencek pemakaian elpiji subsidi untuk warga miskin di rumah makan tersebut.

Pengelola rumah makan pun mempersilakan para tim untuk mencek ke dapur rumah makan khas Banjar tersebut.

Seperti yang telah diduga, rumah makan tersebut, ternyata menggunakan elpiji subsidi.

Setelah minta izin ke pemilik rumah makan, petugas Satpol PP dan Pertamina pun menarik elpiji subsidi tersebut.

Baca: Bom Gegerkan Surabaya - Tiga Gereja Dibom Hampir Bersamaan, 2 Tewas, 13 Luka-luka

Halaman
12
Penulis: Edi Nugroho
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved