Penetapan 1 Ramadhan 2018

Hilal Paling Ditunggu untuk Tentukan Awal Puasa 2018, Ternyata Ada Hilal Palsu yang Bisa Menipu Mata

Hilal kata paling sering jadi perhatian jelang awal Ramadhan atau akhir Ramadhan. Sebab, hilal penentu awal puasa termasuk untuk awal Puasa 2018

Hilal Paling Ditunggu untuk Tentukan Awal Puasa 2018, Ternyata Ada Hilal Palsu yang Bisa Menipu Mata
KOMPAS/RONY ARIYANTO NUGROHO
Ilustrasi: Peneropongan hilal di Bosscha. 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Hilal adalah kata yang paling sering jadi perhatian tiap jelang awal Ramadhan atau akhir Ramadhan. Sebab, hilal adalah penentu awal puasa termasuk untuk awal Puasa 2018. Demikian pula saat akhir Ramadhan, jadi penentu awal Syawal atau Hari Raya Idul Fitri.

Hilal adalah bulan sabit tipis yang jadi acuan penentuan awal bulan dalam kalender Islam, biasa menjadi penanda mulainya Ramadhan, termasuk Ramadhan 2018.

Sejumlah kalangan biasa menggelar pengamatan hilal dengan teleskop dari sejumlah daerah. Namun sebenarnya, bisakah hilal diamati dengan mata telanjang?

Kementerian Agama akan menggelar pemantauan hilal (rukyatul hilal) untuk penetapan awal bulan Ramadhan 1439 H. Rukyatul Hilal akan dilaksanakan besok hari Selasa (15/5/2018) pada 95 titik pemantauan yang tersebar di 32 Provinsi di Indonesia.

Baca: Jadwal Pengumuman Awal Puasa Ramadhan 2018, Insya Allah Bersamaan, Kamis 17 Mei 2018

"Hasil Rukyatul Hilal dan Data Hisab Posisi Hilal awal Ramadan akan dimusyawarahkan dalam sidang itsbat untuk kemudian diambil keputusan penentuan awal Ramadan 1439H," terang Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah (Urais Binsyar) A Juraidi di Jakarta, Selasa (8/5/2018) seperti dikutip dari situs Kemenag.go.id.

Melihat hilal bukan hal mudah. Bukan hanya lantaran keterbatasan pandangan manusia tetapi juga kerap ada muncul hilal palsu hasil pencahayaan terhadap awan sehingga menyerupai hilal.

Lantas, bagaimana para ahli dan ulama yang biasa melakukan rukyah bisa membedakan mana hilal atau bentuk bulan yang pertama kali terbit itu palsu dan yang asli?

“Bisa ditentukan melalui bentuk dan posisi hilal itu sendiri ketika pertama kali tampak,” ujar Ustadz Rahman Helmi Msi, ahli astronomi atau ilmu hisab di hadapan jamaah Masjid Hasanuddin Madjedi, seperti dikutip dari Banjarmasinpost.co.id edisi Minggu (7/6/2015).

Baca: Besok Selasa 15 Mei Sidang Isbat Penentuan Awal Puasa 2018, Muhammadiyah Sudah Pasti 17 Mei 2018

Menurutnya, hilal yang asli itu adalah bentuknya seperti huruf U dengan posisi menghadap titik matahari.

“Bukan sebaliknya seperti huruf N atau yang posisi miring. Jadi kalau bentuknya tidak seperti ini artinya hanya pandangan atau bentukan cahaya,” ujarnya.

Halaman
12
Editor: Royan Naimi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved