Pemilu 2019

Lulus Administrasi Calon DPD Syaifullah Tamliha Kecewa, Ternyata Ini Penyebabnya

Salah satu calon peserta Pemilu 2019 sebagai anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD), H Syaifullah Tamliha SPi MS, kecewa.

Lulus Administrasi Calon DPD Syaifullah Tamliha Kecewa, Ternyata Ini Penyebabnya
banjarmasinpost.co.id/rendy nicko
Syaifullah Tamliha (kemeja putih) saat mengunjungi korban kebakaran di Kalsel, beberapa waktu yang lalu. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Salah satu calon peserta Pemilu 2019 sebagai anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD), H Syaifullah Tamliha SPi MS, kecewa.

Kekecewaan itu bermula saat dirinya dinyatakan lulus administrasi oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Kalimanthan Selatan.

Meski mengaku gembira karena dirinya lulus administrasi, menurut Syaifullah, hal yang membuatnya kecewa karena ternyata ada ratusan dukungan yang disertakannya ternyata ditolak.

Baca: Jadwal Pengumuman Awal Puasa Ramadhan 2018, Insya Allah Bersamaan, Kamis 17 Mei 2018

Baca: Ngeri, Begini Cara Keluarga Dita Buat Anaknya Jadi Pelaku Bom Gereja, Ini Status Terakhirnya

"Yang membuat saya kecewa sekaligus kaget dan heran adalah alasan ditolaknya dukungan itu oleh KPU," ujar Syaifullah.

Dia mengungkapkan, selama ini dukungan DPD ditolak atau dianggap tidak sah karena ganda dengan peserta lain.

Dalam kasus dirinya, kata Syaifullah, dukungan ditolak karena tidak masuk dalam Daftar Pemilih Tetap.

Hasil tahap seleksi administrasi DPD atas nama Syaifullah Tamliha.
Hasil tahap seleksi administrasi DPD atas nama Syaifullah Tamliha. ()

"Dukungan mereka dibuktikan dengan bentuk melampirkan KTP fotokopiannya, yang berarti mereka memiliki hak pilih, tapi kok tidak ada ada DPT?" katanya.

Setidaknya, ungkap Syaifullah, sekitar ada 400 dukungan untuk dirinya yang ditolak KPU, dan sebagian besar karena tidak masuk dalam DPT.

"Saya memasukkan sekitar 3.637 dukungan, diterima 3.181, yang ditolak 456. Itu hampir 15 persen," ujarnya.

Syaifullah Tamliha berharap masalah ini menjadi perhatian penyelenggara Pemilu, partai politik, juga peserta pemilu seperti caleg dan calon DPD.

"Ini terkait hak pemilih, jangan sampai ada warga kita yang kehilangan hak pilih. Apalagi sampai jumlahnya banyak. Kita kan berusaha menekan angka Golput," ujarnya. (BANJARMASINPOST.co.id/ernawati)

Penulis: Ernawati
Editor: Ernawati
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help