Berita Tanahlaut

Pasca Bom Bunuh Diri, Pemohon SKCK di Tempat Ini Wajib Titipkan KTP Elektronik

Penjagaan di pintu masuk Mapolres Tanahlaut diberi portal buka tutup. Jika belumnya portal selalu terbuka. Kini berlaku bila tutup.

Pasca Bom Bunuh Diri, Pemohon SKCK di Tempat Ini Wajib Titipkan KTP Elektronik
mukhtar wahid
Warga Desa Panjaratan, Kecamatan Pelaihari, menitipkan identitas KTP elektroniknya saat memohon surat keterangan catatan kelakuan (SKCK) di gedung Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Mapolres Tanahlaut, Senin (14/5/2018). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI - Pasca ledakan bom bunuh diri yang melukai belasan orang di Surabaya, Jawa Timur, jajaran kepolisian memberlakukan siaga.

Penjagaan di pintu masuk Mapolres Tanahlaut diberi portal buka tutup. Jika belumnya portal selalu terbuka. Kini berlaku bila tutup.

Tamu yang berkendara sepeda motor wajib membuka kaca helm penutup kepalanya dan pengendara mobil wajib membuka kaca mobil jika ingin melewati portal.

Baca: Besok Selasa 15 Mei Sidang Isbat Penentuan Awal Puasa 2018, Muhammadiyah Sudah Pasti 17 Mei 2018

Baca: Jadwal Pengumuman Awal Puasa Ramadhan 2018, Insya Allah Bersamaan, Kamis 17 Mei 2018

Kapolres Tanahlaut AKBP Sentot Adi Dharmawan memohon maaf dan maklum para tamu yang berurusan di Mapolres harus menjalani pemeriksaan yang ketat.

"Saya mohon maaf masyarakat jika ada pemeriksaan bagi para tamu," katanya di Mapolres Tanahlaut, Senin (14/5/2018).

Baca: Ngerinya Kondisi Korban Ledakan Bom, Sampai-sampai Saksi Mata Tak Berani Menolong

Pemeriksaan itu antisipasi dan melaksanakan arahan pimpinan Polri, bahwa setiap tamu yang berkunjung, wajib digeledah dan periksa badannya dan menitipkan identitas diri di penjagaan.

Sejumlah warga dari Desa Panjaratan, Kecamatan Pelaihari, menitipkan identitas KTP elektronik mereka, sebelum memohon surat keterangan catatan kelakuan (SKCK) di gedung Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Mapolres Tanahlaut. (Banjarmasinpost.co.id/Mukhtar Wahid)

Penulis: Mukhtar Wahid
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help