Kriminalitas Tanahlaut

Perkosa Adik Kelas, 4 Siswa SMA Ini Dipidana 1 Tahun 8 Bulan dan Latihan Kerja di Rutan Pelaihari

Itu karena Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada Kejaksaan Negeri Tanahlaut, tidak melakukan upaya banding

Perkosa Adik Kelas, 4 Siswa SMA Ini Dipidana 1 Tahun 8 Bulan dan Latihan Kerja di Rutan Pelaihari
mukhtar wahid
Stirman Eka Priya Samudera, Kasi Intelejen pada Kejaksaan Negeri Tanahlaut 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI - Putusan majelis hakim Pengadilan Negeri Pelaihari terhadap empat siswa SMA di Kecamatan Panyipatan yang memperkosa dan mencabuli adik kelasnya berkekuatan hukum tetap.

Itu karena Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada Kejaksaan Negeri Tanahlaut, tidak melakukan upaya banding terhadap putusan setelah dibacakan hakim Leo Mampe Hasugian, pekan lalu.

Kepala Seksi Pidana Umum pada Kejaksaan Negeri Tanahlaut, Adhya Satya Lambang Bangsawan didampingi Kepala Seksi Intelejen, Stirman Eka Priya Samudera dikonfirmasi Banjarmasinpost.co.id, Senin (14/5/2018) membenarkan.

Baca: Jadwal Pengumuman Awal Puasa Ramadhan 2018, Insya Allah Bersamaan, Kamis 17 Mei 2018

"Kami menerima putusan tersebut," katanya Adhya Satya Lambang Bangsawan amini Stirman Eka Priya Samudera.

Baca: Ngeri, Begini Cara Keluarga Dita Buat Anaknya Jadi Pelaku Bom Gereja, Ini Status Terakhirnya

Penasihat hukum anak terlibat tindak pidana, Hj Sinarti semringah begitu mengetahui memori banding jaksa penuntut umum tidak didaftarkan di Pengadilan Negeri Pelaihari.

Baca: Awal Puasa Ramadhan 2018 Diprediksi Rabu 16 Mei 2018 untuk Muslim di Amerika Serikat

"Harusnya kalau banding hari ini. Tapi saya tidak menerima informasinya dari Pengadilan Negeri Pelaihari. Kemarin itu jaksa memang pikir-pikir dengan putusan majelis hakim," katanya.

Sunarti mengaku senang karena dari tuntutan pidana penjara tiga tahun terhadap tiga anak dan pidana 2 tahun enam bulan, terhadap satu anak, putusan masing-masing satu tahun delapan bulan itu sudah ringan.

Sunarti juga sudah berhasil menyakinkan majelis hakim bahwa hukuman tambahan berupa pelatihan kerja selama satu bulan di Rumah Tahanan Pelaihari.

Sebelumnya, tuntutan pelatihan kerja bagi keempat anak pelajar SMA itu di Lembaga Pemasyarakatan Khusus Anak di Martapura, Kabupaten Banjar.

"Saya memang diberitahu rekan saat pembacaan putusan agar menerima. Kalau saya melakukan upaya banding, putusan di tingkat Pengadilan Tinggi Banjarmasin bisa saja lebih tinggi dari putusan yang ada," katanya. (Banjarmasinpost.co.id/Mukhtar Wahid)

Penulis: Mukhtar Wahid
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help