Atletik

Sunarko Basuki Akui Atlet PASI Kalsel Masih Demam Lapangan

Kegagalan membawa pulang medali emas ketika mengikuti Kejuaraan Nasional Atletik di Stadion Madya Jakarta berakhir, Minggu (13/5/2018)

Sunarko Basuki Akui Atlet PASI Kalsel Masih Demam Lapangan
via BANJARMASINPOST.co.id/burhani yunus
(Foto: PASI Kalsel) Aryo (kanan) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Kegagalan membawa pulang medali emas ketika mengikuti Kejuaraan Nasional Atletik di Stadion Madya Jakarta berakhir, Minggu (13/5/2018) langsung dievaluasi Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) Kalimantan Selatan.

Pada kejurnas tersebut dari tujuh atlet yang diberangkatkan Pasi Kalsel hanya membawa pulang satu medali perunggu yang didapat dari Tolak Peluru.

Medali tersebut didapat atletnya Aryo Ilham Samudro (16). Sedangkan Azizah Khusnul Khatimah pada hari terakhir kejurnas menempati posisi ke 4 dari 19 peserta pada.

Baca: Besok Selasa 15 Mei Sidang Isbat Penentuan Awal Puasa 2018, Muhammadiyah Sudah Pasti 17 Mei 2018

Baca: Jadwal Pengumuman Awal Puasa Ramadhan 2018, Insya Allah Bersamaan, Kamis 17 Mei 2018

Baca: Ngeri, Begini Cara Keluarga Dita Buat Anaknya Jadi Pelaku Bom Gereja, Ini Status Terakhirnya

"Kendati tidak membawa pulang medali emas. Setidaknya hasil satu medali perunggu dan menempati posisi empat sudah membuat kami (Pasi) Kalsel bangga," kata Plt Ketua PASI Kalsel, Sunarno Basuki, Senin (14/5/2018).

Sunarno mengatakan, pihaknya bangga karena dua atlet binaan Pengprov PASI yang memperoleh medali dengan usianya baru 16 tahun.

"Arryo Ilham Samudro (16) dan Azizah Khusnul Khatimah ini merupakan atlet andalan Pasi Kalsel yang disiapkan menghadapi babak kualifikasi PON Papua 2020," katanya.

Sunarno mengatakan, peluang memperoleh meraih medali pada PON sangat besar mengingat pada PON nanti usia mereka baru 18 tahun.

Sunarno Basuki mengatakan, hasil evaluasinya menyaksikan langsung kejurnas atletik semua atlit Kalsel masih muda, sementara lawannya rata rata lebih tua dari usia dan pengalaman lombanya lebih banyak.

"Atlet kita Belum pernah mengikuti kejurnas, dilihat banyak orang saat lomba. Atlet kita demam lapangan," kata Sunarno Basuki.

Untuk mendapatkan hasil lebih baik, kata Sunarno, penangganan atlet atletik kedepannya pembinaan mental atlit dengan melibatkan psikolog dan orang tua.

Mengikutsertakan atlit unggulan pada kejurnas minimal 2 kali setahun.
"Kita 2018 ini akan mengadakan latihan bersama di setiap kabupaten di Kalsel dengan jadwal yang terkoordinasi dengan pengcab kabupaten/kota," katanya. (BANJARMASINPOST.co.id/burhani yunus)

Penulis: Burhani Yunus
Editor: Ernawati
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help