Serambi Ummah

Kisah Mualaf Banjarmasin Winardi Setiono: Awalnya Ramadhan Itu Susah, Kini Saya Rasakan Luar Biasa

dulu saat awal-awal memeluk Islam 1981 berpikir melewati Ramadhan susah, seiring dengan

Kisah Mualaf Banjarmasin Winardi Setiono: Awalnya Ramadhan Itu Susah, Kini Saya Rasakan Luar Biasa
BANJARMASINPOST.co.id/hasby
Winardi Setiono 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Setiap orang merasakan pengalaman spiritual dalam beribadah.

Ada pengalaman spiritual yang dialami oleh Ketua DPW Persatuan Islam Tionghoa Indonesia (PITI) Kalsel, Winardi Setiono.

Dia menceritakan, dulu saat awal-awal memeluk Islam 1981 berpikir melewati Ramadhan susah, seiring dengan proses akhirnya bisa menemukan bahwa Ramadan luar biasa.

“Bagi saya pribadi, Ramadan adalah berkah yang datang. Pada saat bulan puasa, betul-betul berupaya untuk menjaga semuanya, artinya mulai ucapan, perilaku dan pekerjaan, makan dan minum bukan jadi utama,” katanya.

Baca: Live RCTI! Live Streaming Persija vs Home United Semifinal Piala AFC 2018 - Rekor Apik Marko Simic

Baca: Kemenag RI Resmi Umumkan Awal Puasa 2018, 1 Ramadhan 1439 H Pada Kamis, 17 Mei

Dia menceritakan, karena banyak hal yang ditemukan pada saat menjalani puasa Ramadan.

Seperti kesempatan di Ramadan lebih banyak membuka Alquran dan makna-maknanya selalu dipelajari.

Kondisi pikiran yang bersih, dalam keadaan lapar lalu mendapatkan makna dari setiap ayat. Kemudian setelah mengerti makna, mengamalkannya dalam keseharian.

Mendapatkan pengalaman spiritual yang luar biasa antara 2011-2012, pernah dalam kondisi puasa melaksanakan salat Juhur di rumahnya Jalan Kayutangi Banjarmasin Kompleks Metro Indah, merasakan di dunia lain. Salat penuh dengan cahaya-cahaya terang.

“Salat sendiri Juhur dalam kamar, ada cahaya-cahaya bahkan saat sujud terasakan terang beda dengan yang lain. Ada merasakan tenang dan nyaman,” jelasnya.

Baca: Resmi! Hasil Sidang Isbat Nyatakan 1 Ramadhan 1439 H jatuh pada Hari Kamis 17 Mei 2018

Pengusaha advertising di Banjarmasin ini pun pasca kejadian itu terus memotivasi untuk meningkatkan ibadah kepada Allah Swt dan juga kehidupan sesama manusia dalam keseharian. Dikarenakan menurutnya haruslah seimbang antara Habluminallah dengan Habluminannas.

Halaman
12
Penulis: Hasby
Editor: Ernawati
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help