Kisah Para Tukang Jagal yang Memilih Tempat Terpencil

Rumah Pemotongan Hewan (RPH) milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Hulu Sungai Utara (HSU) yang dikelola dinas pertanian setempat,

Kisah Para Tukang Jagal yang Memilih Tempat Terpencil
banjarmasin post group/reni kurnia wati
Gerbang Rumah Pemotongan Hewan di Desa Palanjungan Sari Kecamatan Banjang, Kabupaten Hulu Sungai Utara. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, AMUNTAI - Rumah Pemotongan Hewan (RPH) milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Hulu Sungai Utara (HSU) yang dikelola dinas pertanian setempat, dibangun sejak 2012.

Menelan anggaran sekitar Rp 1,3 miliar, ditambah Rp 500 juta untuk pembangunan pagar.

Namun, tempat tersebut minim aktivitas.

Berdasar data didapat, di Kabupaten HSU saat ini terdapat 13 penjagal.

Baca: Kemenag RI Resmi Umumkan Awal Puasa 2018, 1 Ramadhan 1439 H Pada Kamis, 17 Mei

Baca: Jadwal Imsakiyah Puasa 2018, Ramadhan 1439 H Beberapa Kota Besar di Indonesia

Namun baru enam orang yang mau menggunakan RPH.

Itu pun secara bergantian.

Ada sejumlah alasan yang membuat penjagal enggan beraksi di tempat tersebut.
Padahal dinas terkait masih menggratiskan pemakaian, termasuk penggunaan air.

Simak pengakuan penjagal yang lebih memilih tempat terpencil untuk bekerja ketimbang datang ke RPH, di Banjarmasin Post edisi Rabu, 16 Mei 2018. (*)

Editor: Ernawati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved