Ngeri, Anak Pelaku Bom Bunuh Diri Surabaya Sehari-hari Dicekoki Video Radikal

Aksi bom bunuh diri Surabaya yang melibatkan anak-anak jadi hal yang paling meresahkan.

Ngeri, Anak Pelaku Bom Bunuh Diri Surabaya Sehari-hari Dicekoki Video Radikal
youtube
Aksi bom bunuh diri Surabaya 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Aksi bom bunuh diri Surabaya yang melibatkan anak-anak jadi hal yang paling meresahkan.

Anak-anak diajak serta untuk menjadi pelaku bom bunuh diri, hingga terjadi lima bom meledak di Surabaya.

Fakta keterlibatan anak-anak yang dijadikan pelaku bom bunuh diri Surabaya ternyata lebih memilukan.

Markas besar kepolisian Surabaya, misalnya juga mendapat serangan yang datang dari satu keluarga dan melibatkan dua anaknya, usia 8 tahun dan 18 tahun.

Bahkan, di insiden ledakan Polrestabes Surabaya, satu anak berusia 8 tahun membawa bahan peledak bersama orangtuanya.

Baca: Ramadhan 2018 - Apa Itu Puasa? Menahan Lapar dan Haus, Tidak hanya Itu Kata Fahruzaini

Meski dapat diselamatkan dan proses penyembuhan pasca operasi di RS Bhayangkara.

Di lokasi berbeda pada, Rusun Wonocolo blok B lantai lima juga terjadi ledakan yang mengungkap keterlibatan satu keluarga yang di dalamnya ada empat anak.

Satu anak diantaranya tewas di lokasi dan tiga lainnya selamat dan masih dirawat di RS Bhayangkara.

Terungkap juga pada akhirnya cara-cara keji yang dilakukan oleh jaringan ini dilansir tayangan live Kompas TV.

Anak-anak pelaku bom bunub diri ternyata tidak bersekolah di sekolah formal, setiap hati dicekoki video radikal.

Baca: Tidak Semua Pengantin Berpakaian Banjar Kesurupan, Namun Dua Perempuan Ini Merasakan Hal Ganjil

Halaman
12
Penulis: Restudia
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help