Berita Banjarmasin

Ramadhan, Jam kerja PNS Pemprov Kalsel Berkurang 5 Jam, Ini Dia Penjelasannya

Jika di bulan biasa ASN bekerja selaman 37,5 jam per minggu, khusus Bulan Ramadan hanya 32,5 jam per minggu.

Ramadhan, Jam kerja PNS Pemprov Kalsel Berkurang 5 Jam, Ini Dia Penjelasannya
DOK BPost
Para PNS di lingkungan Pemprov Kalsel saat mengikuti apel bendera

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Jam keja aparatur sipil negara (ASN) disesuaikan selama bulan Ramadhan. Jika di bulan biasa ASN bekerja selaman 37,5 jam per minggu, khusus Bulan Ramadan hanya 32,5 jam per minggu.

Kepala Biro Organisasi Setdaprov Kalsel, Thaufik Hidayat menjelaskan, edaran jam kerja selama bulan Ramadan ini sudah disampaikan kepada seluruh satuan kerja perangkat daerah (SKPD) lingkup Pemprov Kalsel.
Perbedaan yang paling jelas, ujar Thaufik, antara hari biasa dengan bulan ramadan ada pengurangan jam kerja harian.

Di bulan biasa hari Senin sampai Jumat masuk kerja pukul 08.00 dan pulang pukul 16.00 WITA. "Selama ramadan masuk kerja pukul 08.00 pulang pukul 15.00 WITA, jam kerja ini untuk hari Senin sampai dengan Kamis," bebernya.

Baca: Tak Sesuai Ajaran Islam, Anak Pelaku Bom di Sidoarjo Selalu Menolak Ajakan Ayah Berjihad

Khusus hari Jumat, selama ramadan masuk kerja pukul 08.00, istirahat pukul 11.30, masuk kembali pukul 14.00, dan pulang pukul 15.00 WITA. "Rata-rata jika dibanding dengan bulan biasa selama ramadan dipotong satu jam per hari. Ini berlaku bagi instansi yang lima hari kerja," katanya.

Lantas bagaimana bagi instansi yang melaksanakan pelayanan rutin seperti Samsat, rumah sakit, terminal, dan lainnya? Menurut Thaufik, instansi pelayanan yang melaksanakan enam hari kerja ada acuan yang sudah dikeluarkan. Bagi yang enam hari kerja, Senin sampai Kamis, dan Sabtu masuk pukul 08.00 pulang pukul 13.30 WITA.

"Sedangkan Jumat masuk kerja pukul 08.00, istirahat pukul 11.30, masuk lagi pukuk 13.30, dan pulang pukul 15.00 WITA," tambahnya.
Meski demikian, tambah Thaufik, bagi instansi yang melaksanakan enam hari kerja tidak wajib mengikuti ketentuan yang dikeluarkan.

Acuan kerja bisa ditentukan oleh kepala SKPD masing-masing. Asalkan, ujarnya, memenuhi syarat minimal 32,5 jam kerja satu minggu. "Kepala SKPD masing-masing bisa mengatur atau menyesuaikan jam kerja asalkan syarat minimal terpenuhi. Misalnya masuk pukul 09.00 pulang pukul berapa, bisa diatur sendiri," tegasnya.

Baca: BREAKING NEWS: Api berkobar di Desa Murung Karangan HSU

Dihubungi terpisah, Direktur Umum RSJD Sambang Lihum, dr.H. IBG Dharma Putra menambahkan, selama ramadan ada penyesuaian jam kerjan pelayanan kepada masyarakat. Jika dibanding bulan biasa, per harinya hanya terpotong setengah jam.

"Jam kerja kita samakan dengan bulan biasa, satu minggu pelayanan selama enam hari. Dipotong setengah jam setengah jam saja dari hari biasa. Bagi masyarakat yang selama ini mendapatkan pelayanan dari kami bisa menyesuaikan jam kerja selama ramadan yang sudah ditentukan," katanya.(banjarmasinpost.co.id/huda)

Penulis: Nurholis Huda
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved