Berita Tanahbumbu

Warga Tanahbumbu Kesal Telat Ngantor Gara-gara Truk Ponton Berseliweran Siang Hari

Pagi ini, Selasa (15/5/18) sempat membuat pegawai kesal. Pasalnya banyak yang terlambat datang ke kanto

Warga Tanahbumbu Kesal Telat Ngantor Gara-gara Truk Ponton Berseliweran Siang Hari
BANJARMASINPOST.co.id.man hidayat
Truk ponton dan truk berseliweran siang hari di jalan raya Tanahbumbu, padahal jelas-jelas dilarang. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BATULICIN - Pagi ini, Selasa (15/5/2018) sempat membuat pegawai kesal.

Pasalnya banyak yang terlambat datang ke kantornya karena tak bisa lewat saat ada truk pengangkut alat berat di Jalan Nasional Jalur Pagatan Batulicin.

Tak sedikit yang kesal karena harus terlambat datang karena sempat macet.

Mereka yang seharusnya tiba sebelum pukul 08.00 wita harus terlambat karena tak bisa lewat.

Baca: Jadwal Imsakiyah Puasa 2018, Ramadhan 1439 H Beberapa Kota Besar di Indonesia

Baca: LAPAN: Jadwal Awal Puasa 2018, 1 Ramadhan 1439 H, 17 Mei, Ini Link Live Streaming Sidang Isbat

Truk pengangkut alat berat tersebut mengambil jalan lebih dari setengah jalan yang membuat pengendara terutama mobil tak bisa lewat di satu jalur.

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Tanahbumbu, Eryanto Rais, saat dibubungi tidak mendapatkan informasi tersebut.

Bila ada, itu bukan menjadi kewenangannya karena berada di jalan nasional melainkan kewenangan Polri.

"Biasanya alat berat yang melintas di jalan nasional dikawal anggota satlantas dan izinnya dari Polda Kalsel. Jalan Nasional bukan kewenangan dishub tapi kewenangan Polri. Kalau kami kewenangannya terkait dengan perlengkapan jalan seperti rambu, marka, guadrail, traffic light, warning light, deliniator," katanya.

Sementara itu, Kasat Lantas Polres Tanbu AKP Novy Adi Wibowo SIK, saat dihubungi mengatakan seharusnya alat berat tidak boleh lewat di pagi hari atau siang melainkan malam hari.

Bila melihat seperti itu, maka bisa melporkannya ke pihak Satlantas.

"Meski begitu kami mengimbau agar kendaraan yang mengangkut alat berat, melintas di malam hari karena di pagi atau siang dapat menghambat arus lalu lintas. Selain itu angkutan alat berat harus menggunakan pengawalan," katanya.

Bila itu dilanggar, maka bisa diberikan tindakan berupa tilang langsung.
Selain itu, bila kendaraan besar itu mengalami kecelakaan dengan pengendara lain yang mengakibatkan korban luka atau kerusakan material, maka kendaraan itu akan diamankan.

"Makanya harus malam lewatnya tidak boleh pagi atau siang," katanya. (man hidayat)

Penulis: Man Hidayat
Editor: Ernawati
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help