Potret Ruang Belajar SD di Banjarmasin

Anggaran Tiap Dinas Dipotong untuk Selesaikan RS Sultan Suriansyah, SD Rusak Terpaksa Bersabar

"Iya tahun ini minimal bisa merehab 25 ruang belajar (rumbel) SD-SD di kota ini dari dana Takola Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan"

Anggaran Tiap Dinas Dipotong untuk Selesaikan RS Sultan Suriansyah, SD Rusak Terpaksa Bersabar
edi nugroho
WAKIL Kepala Sekolah bidang sarana prasarana SDN Pasar Lama 3 Reza, menunjukkkan dinding dan tiang gedung kelas bertingkat di SD setempat yang retak dan nyaris runtuh. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - DINAS pendidikan Kota Banjarmasin, menargetkan tahun ini minimal bisa merebah 25 ruang belajar (rumbel) SD-SD di kota ini dari dana Takola Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).

"Iya tahun ini minimal bisa merehab 25 ruang belajar (rumbel) SD-SD di kota ini dari dana Takola Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Paling jelek-jelek itu minimal 20 rumbel. Belum lagi nanti perbaikan rumbel dari dana DAK dan APBD Kota," kata Kabid pembinaan SD Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin, Nuryadi, Rabu (16/5/18).

Menurut Nuryadi, semestinya rehab kelas SDN Pasar Lama 3 di 2018 ini sudah terlaksana. Namun karena keterbatasan anggaran dari pemko sehingga rehab di SDN Pasar Lama 3 ditunda.

Baca: Kumpulan Ucapan Maaf Awal Puasa 2018, Ramadhan 1439 H

Baca: 21 Contoh Ucapan Selamat Puasa Ramadhan 2018 untuk Teman, Keluarga dan Sesama Muslim

Baca: Awal Puasa 17 Mei, Ini Kata atau Ucapan Maaf Ramadhan 2018 untuk Status Facebook, Whatsapp, Twitter

Baca: Ini Ucapan Selamat Puasa Ramadhan Bahasa Belanda, Italia, Jerman, Korea, Perancis, Rusia dan Spanyol

Anggaran yang ada untuk sementara diprioritaskan untuk menyelesaikan rumah sakit Sultan Suriansyah Banjarmasin sehingga para kepsek SD diharapkan bersabar.

Menurutnya, setiap dinas atau SKPD ini diambil anggarannya sementara untuk rumah sakit. Dinas pendidikan sudah merencanakan rehab SDN Pasar Lama 3. Dari anggaran rehap bangunan Rp7 miliar menjadi Rp2 miliar akhirnya dinas memberlakukan skala prioritas.

"Prioritas perbaikan kelas itu di SDN Sungai Andai 3 dan SDN Sungai Andai 4. Dua SD tersebut mengalami kekurangan sebanyak 8 kelas," katanya.

Ditambahkannya, di dua SD itu satu kelas itu menampun 41 siswa sehingga tahun ini harus ada rebah di SDN Sungai Andai 3 dan SDN Sungai Andai 4.

Untuk pemberlakuan masuk sistem shif itu saat ini banyak dialami sejumlah SD seperti SD N Basirih 1 dan SDN Sungai Jinggah 4.

"Dua SD itu tak masalah memberlakukan sistem shif karena memang ruang kelasnya kurang, " katanya.

Dijelaskannya, seperti SDN Basirih 1 kondisinya makin parah karena satu kelas ada 45 siswa, ditambah sistem shif, lahan sempit dan sarana terbatas. Selain itu, itu SDN Basirih I itu di lingkungan perindustrian. (ogi)

Penulis: Edi Nugroho
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help